Sementara itu, Teuku Rezasyah memaparkan ideologi Juche yang menjadi dasar kemandirian Korea Utara, dan menyebutnya sebagai negara yang kerap disalahartikan. Ia menyatakan bahwa sikap ini seharusnya dihormati sebagai bentuk prinsip hubungan internasional yang menjunjung kesetaraan.
Dalam pemaparannya, Teuku juga membagikan dokumentasi kunjungannya ke Korea Utara tahun lalu yang menurutnya menunjukkan keberhasilan negara itu dalam pembangunan sosial serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.
BACA JUGA:
Media and Peace Forum diharapkan bisa menjadi ruang edukasi media yang lebih adil dalam memotret realitas global, tanpa bias geopolitik yang selama ini mendominasi narasi.***







