Tambang Emas Poboya dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan penambangan rakyat terbesar di Kota Palu. Skema tambang rakyat yang berkembang pesat dengan metode tradisional turut menyumbang pada tingginya permintaan bahan kimia berbahaya.
Meski peringatan sudah berulang kali disampaikan, hingga kini belum ada tindakan tegas yang diumumkan aparat terhadap peredaran sianida ilegal tersebut. Penelusuran terhadap jaringan pengedarnya masih berlangsung, namun sejumlah kalangan mulai gerah.
Desakan agar pemerintah segera menertibkan distribusi bahan kimia berbahaya semakin menguat. Selain ancaman terhadap keselamatan penambang, penggunaan sianida tanpa kendali juga berpotensi mencemari lingkungan, khususnya tanah dan sumber air.
“Kalau dibiarkan, bukan cuma manusia yang terdampak, tapi juga alam dan generasi ke depan,” kata seorang aktivis lingkungan lokal yang memantau kawasan Poboya.
Dengan jumlah penambang yang diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan orang, kawasan ini masih menjadi zona abu-abu dalam praktik tambang rakyat yang belum sepenuhnya tertata. Pemerintah daerah didesak segera bertindak untuk memutus rantai distribusi sianida ilegal dan menata ulang pola pertambangan di Poboya. (Tim)

