Beban pokok pendapatan berkurang menjadi USD 1,73 miliar akibat tingkat produksi yang lebih rendah karena pemeliharaan terjadwal (TAM). EBITDA juga mengalami penurunan 41,5% menjadi USD 76,1 juta akibat penutupan sementara beberapa fasilitas produksi selama Q3 2024.
Sementara itu, total aset meningkat 0,8% menjadi USD 5,65 miliar, dengan total liabilitas naik 4% menjadi USD 2,72 miliar. Chandra Asri mencatat arus kas operasi negatif USD 158,3 juta, dibandingkan dengan positif USD 132,2 juta di 2023, karena pembayaran pemasok yang lebih tinggi dibandingkan penerimaan dari penjualan.
Ekspansi Infrastruktur dan Akuisisi Aset
Selain investasi di biofuel dan proyek PSN, Chandra Asri juga mengakuisisi empat kapal pengangkut minyak, bahan kimia, dan gas alam untuk memperkuat rantai pasokan maritim. Kapal ini akan dioperasikan oleh PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM).
Perusahaan juga dalam tahap akhir penyelesaian transaksi akuisisi aset kilang dan petrokimia Shell. Setelah transaksi rampung, Chandra Asri akan mengungkapkan penyelesaian transaksi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dukungan terhadap Transisi Energi dan Infrastruktur Berkelanjutan
Chandra Asri terus mendukung transisi energi melalui anak usaha PT Krakatau Chandra Energi (KCE) yang meluncurkan kampanye “Energizing Growth with Renewable Energy”. Kampanye ini berfokus pada penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sektor industri dan residensial, dengan total kapasitas 2,067 MWp di Kawasan Industri Krakatau.
Perusahaan juga memperluas kapasitas produksi Butene-1 (B1) dan Methyl Tert-butyl Ether (MTBE) sebesar 25% melalui kerja sama dengan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT). Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan daya saing industri petrokimia domestik.
Sebagai bagian dari upaya sosial, Chandra Asri meresmikan Bank Sampah Desa Tanara di Kabupaten Serang, bekerja sama dengan Bank Sampah Digital dan Universitas Syekh Nawawi Banten. Perusahaan juga berkolaborasi dengan Pemkab Serang untuk konservasi mangrove di lahan 180 hektar di pesisir utara Banten guna mengurangi abrasi dan mendukung target ENDC 2030.
Chandra Asri menegaskan komitmen dalam pembangunan berkelanjutan melalui berbagai inisiatif dan investasi strategis. Dengan fondasi keuangan yang solid dan proyek-proyek besar yang sedang berjalan, perusahaan siap menghadapi tantangan industri sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin di sektor petrokimia dan energi di Indonesia. (Rfi)


