Sekalipun Kualitas Ke-Islaman para mantan Gubernur tidak di ragukan, tetapi keberanian mereka tidak pernah terungkapkan sebagaimana yang digagas oleh Anwar Hafid.
Menurut AH bahwa Presiden Jokowi saja setuju dengan ide dan gagasan nya itu.
Gerakan Sholat berjamaah di masjid bagi para ASN adalah desain dan rancangan baru AH yang akan membentuk birokrasi Sulawesi Tengah lebih mempertajam disiplin, loyalitas dan kinerja. Praktek-praktek jual beli jabatan, perilaku korupsi dan kejahatan jabatan lainnya yang banyak ditemukan di era kepemimpinan masa lalu akan terkubur dengan sendirinya melalui gerakan sholat berjamaah di masjid.
Publik membaca pikiran dan hati Anwar Hafid adalah sebuah langkah maju yang sangat diyakini akan membawa rakyat Sulawesi Tengah lebih sejahtera, maju dan mandiri sebagaimana janji Allah dalam Alquran bahwa dengan Sholat akan kuselesaikan masalahmu.
Kalimat yang dikumandangkan oleh Muadzin dalam adzan hayyalasholah dan hayyalalfalah adalah panggilan untuk menuju kemenangan, yang dimaknai akan kucukupkan rezekimu, akan kuselesaikan masalahmu, akan kutempatkan engkau dalam jabatan yang engkau inginkan, dan lain-lain.
Dan lebih dari itu Anwar Hafid meyakini dan banyak yang berkeyakinan bahwa masaalah-masalah pemerintahan di Sulawesi Tengah akan dapat diselesaikan dengan baik dan benar melalui Sholat.
DISIPLIN, LOYALITAS DAN KINERJA
Argumentasi mendasar dapat dikemukakan bahwa dalam birokrasi di semua tingkatan pemerintahan membutuhkan ASN yang disiplin.
Hanya dengan disiplin dalam semua aspek, birokrasi dapat berjalan secara benar dan baik. Faktor disiplin menjadi kunci utama dalam birokrasi.
Banyak faktor atau variabel yang mempengaruhi disiplin seseorang, tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh Kepemimpinan terhadap disiplin sangat besar sebagaimana hasil penelitian Marzuki ( 2003) dan hasil penelitian Sudirman ( 2008).
45 % disiplin dipengaruhi oleh Kepemimpinan sebagaimana hasil penelitian diatas.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.
Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil.
Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’




