PALU, Infopena.com – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) melalui Dewan Kerja Daerah (DKD) Sulawesi Tengah mengutus sebanyak 17 orang pramuka tingkat panegak-pandega untuk mengikuti Kemah Bela Negara I tingkat nasional, di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Perkemahan yang rencananya dibuka Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla itu dijadwalkan akan berlangsung di Bumi Perkemahan Bambangan, Pulau Sebatik, Nunukan, pada 2-7 Mei 2018.

Kepada media ini, Ketua DKD Sulteng, Rahmat Adi Ansori mengatakan, ke 17 pramuka penegak-pandega yang mewakili sulteng itu merupakan putra-putri terbaik dari masing – masing cabang yang ada diwilayah kerja DKD sulteng.

Ia berharap, agar kiranya ke 17 pramuka asal sulteng bersama satu orang pinkonda untuk tetap menjaga kesehatan. Selain itu, untuk tetap mengikuti kegiatan dengan baik sesuai ketentuan dan petunjuk yang telah ditentukan.

“Yang terpenting menjaga nama baik pribadi, sekolah dan berupaya mengharumkan nama baik kwartir daerah sulteng,” pesan pria yang akrab disapa Kak Mato itu.

Saat ini diketahui, ke 17 pramuka asal sulteng itu telah tiba dikota balikpapan yang selanjutnya nanti langsung akan menuju ke bumi perkemahan yang berlokasi diperbatasan Indonesia-malaysia.

Sebelumnya dikabarkan Kemah Bela Negara I tingkat nasional ini akan diikuti sebanyak 1.500 peserta yang terdiri atas 600 Pramuka regional I dan regional II, 320 Pramuka se-Kalimantan Utara, 250 Pramuka Kwartir Cabang Nunukan, 120 penyelenggara, panitia pelaksana dan sangga kerja, 55 tim pendukung kontingen, dan 155 masyarakat pendukung.

Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengungkapkan, Kemah Bela Negara penting dilakukan untuk semakin menanamkan rasa cinta Tanah Air dan semangat bela negara generasi bangsa. Apalagi, semangat itu juga sesuai dengan 10 Tugas Pramuka di Media Sosial yang dikeluarkan Kwarnas, yang salah satu poinnya berbunyi “Membela dan mengamalkan Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta merawat harmoni dan solidaritas antarwarga media sosial (poin keempat).

“Tujuannya satu, yaitu membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. Gerakan Pramuka di 34 Provinsi, 514 Kota/Kabupaten terlibat aktif dalam gotong-royong mewujudkan cita-cita besar Indonesia,” tutup Adhyaksa. FLD
[related-content]