WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Cinta Masyarakat Sulteng, Ahmad Ali Rela Tinggalkan Struktur Pengurus DPP Nasdem

Muh. Rifai
Wakil Ketua Umum DPP NasDem, Ahmad Ali. FOTO: Istimewa
A-AA+A++

Posisi Wakil Ketua Umum Partai Nasdem bergeser, dari Ahmad Ali, kini dijabat oleh Saan Mustopa. Hal itu berdasarkan susunan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Nasdem periode 2024-2029 yang diumumkan oleh Ketua Umum Surya Paloh.

Di balik tidak masuknya nama politisi kharismatik dari Sulawesi Tengah dalam struktural kepengurusan DPP Nasdem menimbulkan berbagai spekulasi. Menjawab berbagai spekulasi itu, Ahmad Ali pun angkat suara soal alasan dirinya tidak terdaftar sebagai pengurus DPP Nasdem.




“Tentang struktur (pengurus) Partai Nasdem, ketika saya memilih untuk maju menjadi calon gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, saya melepaskan tanggung jawab saya di Jakarta. Jadi sejak awal, memang partai sejak tahun 2020 pak Surya Paloh itu tidak mengizinkan saya untuk kembali ke daerah karena posisi saya di Jakarta sebagai salah satu kader utama di partai dan diberikan jabatan, waktu itu adalah Wakil Ketua Umum,” ujar Ahmad Ali menjawab pertanyaan wartawan, Kamis 19 September 2024 malam.

Ahmad Ali menyadari, dengan dirinya maju sebagai bakal calon gubernur maka beberapa tanggung jawabnya sebagai pengurus, khususnya Wakil Ketua Umum Partai Nasdem akan terabaikan.

“Sehingga menjadi sangat bijak menurut saya ketika saya tidak masuk dalam struktur partai, saya harus meninggalkan semua kemewahan di Jakarta atas pilihan saya hari ini kembali ke Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Olehnya, ia memilih untuk tidak lagi dimasukkan dalam struktur pengurus DPP Nasdem. Hal itu juga sebelumnya, kata Ahmad Ali, telah dibicarakan bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

“Menjadi tidak elok kalau kemudian saya berada di Sulawesi Tengah, dan saya menyandera partai ini. Menurut saya, hari ini adalah pilihan yang paling pas untuk saya tidak bersedia menjadi pengurus DPP. Saya tetap diharapkan untuk itu. Tapi ketika saya memilih (jadi bakal calon gubernur), mengabaikan permintaan partai untuk tetap di Jakarta,” tandasnya.

Ahmad Ali mengaku memilih maju sebagai bakal calon gubernur karena kecintaannya kepada masyarakat Sulawesi Tengah. Atas nama pengabdian kepada masyarakat Sulawesi Tengah, ia rela melepas segala kemewahan yang didapatkan sebagai Wakil Ketua Umum Partai.