Skrol untuk membaca pos

Sekolah Bawah Tanah Bantu Anak-anak di Ghouta Timur

Muh. Rifai
Anak-anak Suriah berlindung di ruang bawah tanah yang digunakan untuk menghindari serangan bom di kota Douma, di Ghouta Timur.(AFP/HAMZA AL-AJWEH)
A-AA+A++

“Saya ingin dapat pergi ke sekolah yang layak lagi, bermain di luar dengan teman-teman saya dan memiliki makanan, air dan dapat mandi setiap hari,” katanya. “Ibuku berkata, kita akan memiliki semua itu segera.”

Transaksi Evakuasi

Ghouta Timur, yang terletak 15km timur dari ibu kota Damaskus, telah dikepung oleh pemerintah sejak pertengahan 2013 setelah fraksi-fraksi oposisi mengambil alih.

Selanjutnya, telah menjadi target serangan berulang oleh pemerintah selama bertahun-tahun.

Serangan terakhir telah dilakukan bersamaan dengan invasi darat pemerintah yang mengasingkan wilayah itu menjadi tiga bagian.

Dalam beberapa hari terakhir, situasi telah mereda setelah fraksi-fraksi oposisi menandatangani perjanjian yang diperantarai Rusia dengan pemerintah Suriah.

Kesepakatan itu memungkinkan evakuasi pejuang pemberontak dan warga sipil yang ingin pergi ke provinsi barat laut Idlib, salah satu benteng terakhir di bawah kendali oposisi.

Sebanyak 100.000 penduduk meninggalkan Ghouta ke salah satu daerah yang dikuasai pemerintah atau oposisi yang dikontrol selama seminggu terakhir.

Sementara itu, kelompok oposisi Jaish al-Islam yang mengontrol Douma, telah bernegosiasi dengan pemerintah, tetapi hingga saat ini tidak ada kesepakatan yang dicapai.

Masa Depan yang Lebih Baik Bagi Generasi Muda

 Tidak ada masa depan yang pasti bagi warga yang memilih untuk tetap tinggal di Ghouta, di mana mereka berada di titik puncak dalam menghadapi realita yang ada.

Perang telah memasuki tahun kedelapan dan menghancurkan populasi, sudah lebih dari 450.000 tewas dan sekitar 11 juta orang mengungsi.

Alaa al-Khamooneh mengatakan, sekolah-sekolah ruang bawah tanah yang menjadi alternative sementara dengan harapan bahwa masa depan yang lebih baik akan datang.

“Kami tidak bisa membayangkan tinggal di sini memberikan pelajaran dalam keadaan seperti itu,” katanya.

“Kami melakukan yang terbaik untuk generasi berikutnya dan kami berharap bahwa mereka akan memiliki masa depan yang lebih baik.”

[related-content]

Berita Lainnya

ISIS di Ambang Tamat
10 Orang Tewas dalam Serangan Udara di Idlib
Badai di China, 2 Tewas, 127.000 Dievakuasi
Turki akan Terima Rudal S-400 Rusia, AS Keberatan
Berkelahi Sesama Rekannya, Satu TKA PT IMIP Kena Tusuk
Terlibat Narkoba, Polisi Bekuk Tiga Pemuda di Jalan Durian