JAKARTA, Infopena.com – Bupati Sigi Mohamad Irwan bersama Ketua DPRD Sigi Moh Rizal Intjenae didampingi Kepala Bagian Administrasi Humas Ariyanto, menghadiri Rapat Kerja Pemerintah Tahun 2018, Rabu kemarin, (28/3/2018).
Rapat yang berkaitan dengan percepatan pelaksanaan di daerah ini berlangsung di Hall B3 Jakarta Internasional Expo. Kegiatan inipun juga dihadiri seluruh Bupati/Walikota dan Ketua DPRD se-Indonesia.
Rapat kerja tersebut dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh beberapa menteri kabinet kerja Indonesia membahas tentang bagaimana percepatan pelaksanaan berusaha di daerah.
Jokowi menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 mencapai 5,07%, pada tahun 2018 ditargetkan mencapai 5,4%. ” Untuk mencapai target ini yang dibutuhkan hanya dua, yaitu ekspor dan investasi, oleh karena itu peluang berusaha didaerah harus dipercepat,” ujar Persiden Jokowi.
Jokowi juga menitipkan pesan kepada para bupati walikota dan ketua DPRD seluruh Indonesia agar tidak membuat perda yang menghambat orang ingin berusaha atau berinvestasi. Menurut presiden, pengaruh APBN hanya 20%, sementara pekerjaan swasta 80%.
Presiden meyakini, jika ini bisa dilakukan, maka pihak swasta akan senang mengekspansi atau menginvestasikan modalnya di Kabupaten dan Kota seluruh tanah air. Itulah yang diharapkan oleh presiden untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi ditanah air.
Presiden menambahkan, pada tahun 2017, united nations conference on trade endevelopment telah menempatkan indonesia diperingkat ke 4 sebagai tujuan investasi utama bahkan survey terbaru US News menetapkan indonesia diposisi ke-2 dengan persepsi dan trend terbaik untuk investasi.
Oleh sebab itu, Presiden meminta agar momentum ke percayaan yang positif harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Baik untuk investasi dari dalam maupun untuk unvestasi luar negeri.
[related-content]
Rapat kerja ini dihadiri oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla, Menkom Perekonomian Darmin Nasution, Mendagri Cahyo Kumolo, Sekertaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moel Doko, Menkom Info Rudiantara, Menkumham Yasona H. Laoly dan kepala BKPN Thomas lembong. Ardi

