Bantuan Untuk Warga Terdampak Bencana, BPBD Pinrang Salurkan Langsung
PINRANG – Peristiwa bencana alam angin kencang dan banjir rob yang disebabkan ombak dan gelombang pasang laut, pada tanggal 23 sampai 25 bulan Desember 2022 potensi cuaca ekstrem, melanda beberapa desa di pesisir pantai Kabupaten Pinrang. Salah satu kecamatan yang terdampak bencana alam, Kecamatan Cempa.Sabtu siang (31/12/22)
Warga masyarakat yang bermukim di Desa Tadang Palie, sejumlah 12 kk mengalami kerusakan hunian disebabkan angin kencang dan terjangan ombak pasang rob. Sedangkan desa lainnya Desa Sikkuale 1 kk dan Desa Mattunru-tunrue 1 kk terdampak oleh sebab angin kencang.
Data ini, kemudian ditindaklanjuti oleh Camat Cempa Kamaruddin, yang kemudian segera diassessment sesuai potensi sebab terdampak oleh BPBD Pinrang. Inventarisasi data, di cross check oleh aparat pemerintah desa setempat, dengan dukungan aparat TNI Babinsa dan aparat Polri BKTM. Dari temuan warga korban terdampak bencana alam, mengalami kerusakan signifikan hunian.
Setiap kepala keluarga (kk), sesuai identifikasi korban terdampak bencana alam, warga diberikan bantuan untuk meringankan beban korban terdampak dihitung sesuai dengan assessment yang dilakukan dengan kategori rusak ringan, sedang hingga berat.
Kepala Pelaksana BPBD Pinrang, Dr. Rhommy Manule menyampaikan
“Sudah masuk datanya dan sementara di assessment untuk pemberian bantuan menyangkut kerusakan rumah warga yang terdampak bencana alam. Penyaluran bantuan ini terukur dan terbatas bagi korban terdampak mengingat kegunaannya untuk meringankan beban kesulitan korban terdampak bencana alam.
“Di penghujung tahun 2022, bulan desember sesuai peringatan dini BMKG, hampir seluruh wilayah di Indonesia mengalami bencana hidrometeorologi, yang disebabkan badai Monsun Asia berpotensi terjadinya angin kencang, gelombang pasang ombak air laut, dan hujan lebat hingga sangat lebat”, kata Kalaksa BPBD Pinrang.
Olehnya itu, diharapkan agar kepada seluruh warga masyarakat yang bermukim di pesisir pantai dan bantaran sungai agar lebih waspada dan siaga menghadapi potensi kerawanan bencana alam yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
“Saya mengharapkan dukungan semua pihak, utamanya sinergitas dan kolaborasi aparat pemerintah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, elemen masyarakat utamanya insan pers, untuk dapat mensosialisasikan kewaspadaan dini, memitigasi dan mengantisipasi semua potensi kerawanan lingkungan yang berdampak bencana alam”, ujar
