Skrol untuk membaca pos

Pertamina: 80 Persen BBM Bersubsidi Dinikmati Orang Kaya

Muh. Rifai
Ilustrasi. Ist
A-AA+A++

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading menyatakan, sekitar 80 persen dari total konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Solar dan  Pertalite, dikonsumsi oleh orang kaya.

Sedangkan masyarakat miskin dan rentan hanya menikmati sekitar 20 persen dari total BBM bersubsidi.

Hal tersebut disampaikan Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading, Irto Ginting, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/6/2022).

Menurut Irto, pemerintah telah menggelontorkan subsidi energi hingga Rp520 triliun yang sebagian besar dialokasikan untuk BBM bersubsidi, Solar dan Pertalite.

“Pertamina ditugaskan menyalurkan BBM bersubsidi tepat sasaran dan tepat kouta sesuai yang ditetapkan pemerintah,” urainya.

Irto menegaskan, melihat berdasarkan tren konsumsi BBM bersubsidi saat ini jika tidak dilakukan pengaturan akan ada potensi kelebihan atau over kuota.

Diproyeksikan realiasi 2022 untuk pertalite bisa mencapai 28 juta kilo liter (KL), padahal kuota Pertalite di sepanjang tahun ini sebanyak 23,05 juta KL.

Sedangkan untuk solar juga demikian, jika tidak dilakukan pembatasan maka akan terjadi over kuota sebesar 17,3 juta KL sedangkan tahun ini kuota solar yang diberikan sebesar 14,91 juta KL. 

Selain itu, untuk mendukung recana revisi Perpes Nomor 191 Tahun 2014 dan Surat Keputusan BPH Migas Nomor 1 Tahun 2022, Pertamina mengembangkan MyPertamina sebagai platform digital dalam penyaluran Pertalite sesuai dengan Peraturan BPH Migas No 6 Tahun 2013 tentang Penggunaan Sistem Teknologi Informasi Dalam Penyaluran Bahan Bakar Minyak.

“Kami diwajibkan menyiapkan itu untuk mendata siapa saja yang menerima subsidi BBM. Di sini sesuai dengan regulasi dan kuota yang telah ditetapkan sehingga subsidi energi Rp500 triliun tadi bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Irto menambahkan, data yang terkumpul bisa digunakan untuk menetapkan subsidi energi bersama pemerintah.

Adapun penggunaan platform itu bisa digunakan sebagai media pencegahan potensi penyelewangan dan penyalahgunaan subsidi di lapangan.

Sebelumnya, pembelian bahan bakar minyak atau BBM memakai aplikasi MyPertamina akan membuat penyaluran BBM bersubsidi menjadi lebih tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (29/6/2022).