WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Tiga Kabupaten di Sulawesi Selatan Terendam Banjir

Muh. Rifai
Banjir Sulawesi Selatan. Foto BNPB
A-AA+A++

Kabupaten Soppeng Masih Terendam Banjir

Sementara itu menurut laporan Yanti, Kepala Bidang Logistik BPBD Kabupaten Soppeng, banjir masih terjadi di wilayahnya hingga saat ini.




“Kemarin sempat surut tapi saat ini hujan mengguyur lagi di wilayah kami, sehingga air kembali naik,” kata Yanti saat dimintai keterangannya melalui saluran telepon, Minggu (29/8). 

Sebelumnya dilaporkan luapan Sungai Bunne, Sungai Lajaroko, dan Sungai Walannae menyebabkan banjir di Beberapa Kecamatan pada Sabtu (28/8) pukul 06.30 pagi waktu setempat. 

BPBD Kabupaten Soppeng mencatat wilayah yang terdampak meliputi Desa Belo dan Desa Lompulle di Kecamatan Ganra. Selanjutnya Desa Kessing di Kecamatan Donri-Donri, Desa Kebo, Desa Baringeng, dan Desa Paroto di Kecamatan Lilirilau. Kemudian Desan Cinto di Kecamatan Citta dan Desa Panincong di Kecamatan Marioriawa.

Sebanyak kurang lebih 4.014 rumah, 2.530 hektar sawah, dan 6 hektar perkebunan warga tedampak banjir.

BPBD melaporkan pihaknya telah memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak berupa air mineral dan mie instan.

“Karena keterbatasan mobilitas, sementara ini kami baru memberikan air mineral dan mie instan untuk warga terdampak,” tambah Yanti.

Dijadwalkan hari ini pemerintah provinsi akan meninjau langsung ke lokasi kejadian guna melihat langsung dampak yang ditimbulkan akibat banjir tersebut untuk menentukan apakah diperlukan penetapan status tanggap darurat.

“Hari ini dari pemerintah Provinsi sudah berkoordinasi untuk meninjau langsung ke lokasi untuk melihat langsung di lapangan sebagai dasar apakah perlu ditetapkan status tanggap darurat,” jelas Yanti.

BPBD Kabupaten Soppeng juga telah menginformasikan peringatan dini kepada camat dan lurah di wilayahnya terkait cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan banjir lebih parah. Peringatan dini tersebut diteruskan kepada warga melalui grup WhatsApp dan juga pengumuman melalui pengeras suara di masjid-masjid.

“Kami bagikan peringatan dini dari BMKG melalui grup WA dan diteruskan biasanya melalui pengumuman di masjid-masjid atau mushollah,” tambahnya.

Selanjutnya di Kabupaten Bone banjir melanda permukiman warga di 8 kecamatan dan berdampak pada kurang lebih 300 KK, Sabtu (28/9).

Berita Lainnya

Banjir Rendam Empat Desa di Kasimbar, Jembatan Peningka Putus
Banjir Mendominasi Bencana di Sulawesi Tengah Selama Mei 2026
Banjir dan Longsor di Kulawi, 50 Hektare Sawah Terendam
Jembatan Belanda di Palasa Putus Diterjang Banjir
Cuaca Ekstrem Landa Indonesia, Papua Jadi Perhatian Khusus
Banjir dan Longsor Landa Manado, 1 Warga Meninggal Dunia