oleh

DPRD Sulteng Kembali RDP Soal Penyerangan Buaya di Teluk Palu

PALU – Komisi IV Kembali Lagi Menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang ketiga kalinya demi mencari solusi terkait soal penyerangan buaya diperairan teluk Palu beberapa waktu lalu.

RDP bertempat di ruang sidang utama, DPRD Sulteng, Jum’at (13/5/2022).

RDP Kali ini tidak hanya mengundang pihak terkait, LSM dan masyarakat seperti RDP sebelumnya namun kali ini melibatkan Camat dan Lurah se-Kota Palu.

Dalam rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD bersama anggota Yakni Ibrahim A. Hafid, Moh. Hidayat Pakamundi, SE dan Dra. Fatimah Moh. Amin Laswedi, M.Si

Dalam RDP itu, sejumlah masyarakat memberi saran, dari menangkap hingga pada dimusnahkan sebab menurut mereka, kehadiran reptil ini menghambat mata pencarian saat melaut.

Sementara para lurah menyarankan agar buaya ini segera mungkin ditangakap agar tidak meresahkan masyarkat, sebab sudah banyak korban dari serangan hewan melata ini.

Sementata Camat Palu Selatan Goenawan memberikan masukan agar para buaya ini ditangkap dan dibuatkan penangkaran besar untuk dijadikan tempat wisata.

Terkait saran warga untuk memusnahkan binatang buas itu, pihak terkait menyarankan agar masyarakat menahan diri untuk tidak melukai buaya sebab reptil tersebut dilindungi sesuai UU No 5 Tahun 1990, PP No 7 Tahun 1999 dan aturan turunannya

Sebab jangankan melukai memindahkannya jika buaya itu ada dalam habitatnya maka kita bisa dikenakan pidanya, olehnya melalui forum ini kita sama sama mencarikan solusi dan jalan keluar terbaik akan permasalaahn ini.

Akhirnya RDP yang berlangsun selama kurang lebih 3 jam tersebut mengahsilkan beberapa rekomendasi
Ketua Komisi IV menyimpulkan hasil RDP kali ini

  1. Bahwa memang buaya bantaran sungai dan perairan teluk palu sudah sangat meresahkan
  2. Sebelum dilakukan pemburuan dan penangkapan kami akan menganggarkan kepada badan penelitian untuk meniliti seberapa banyak populasi buaya diteluk palu sehingga bisa kami ambil keputusan
  3. Kami akan melakukan evaluasi dan penguatan kembali terhadap satuan tugas yang telah dibentuk dengan menambah personil dan melibatkan LSM dan Tokoh Masyarakat
  4. Untuk sementara waktu hal yang bisa dilakukan yaitu menghimbau kepada masyarakat untuk berhati hati jika mendekati bibir pantai atau sungai.
  5. Kami akan menhamapaikan aspirasi masyarakat dan berkonsultasi kepada kementerian dan lembaga terkait diwaktu yang tidak lama ini.

Komentar

Masih Hangat