Deklarasi, Anwar Hafid dan Reny Lamadjido Ingin Tuntaskan Masalah Kesehatan di Sulteng

Anwar Hafid dan dan Reny Lamadjido resmi mendeklarasikan diri maju sebagai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Pilkada Sulteng 2024 di di Ball Room Sriti Convention Hall Palu, Senin, 8 Juli 2024.

Ribuan pendukung berteriak histeris menyambuat kedatangan pasangan yang bertagline “BERANI” itu.

Deklarasi ini juga dirangkai dengan pengukuhan 12 simpul relawan Anwar-Reny se- Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan itu, Anwar Hafid memaparkan beberapa program unggulan mereka jika nanti terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah periode 2024-2029. Salah satunya masalah kesehatan.

Anwar Hafid mengatakan, salah satu tekadnya dan Reny Lamadjido maju sebagai gubernur adalah untuk mewujudkan Sulawesi Tengah bebas dari masalah terkait kesehatan.

“Kenapa saya mati-matian dan ibu dokter Reny maju, karena saya ingin mengurus masalah kesehatan di Sulteng ini secara tuntas. Saya tidak ingin lagi mendengar ada orang sulteng yang meninggal di rumahnya karena tidak bisa berobat akibat tidak punya jaminan kesehatan”, tegasnya.

“Saya juga tidak mau lagi mendengar ada masyarakat kita yang harus dirujuk-rujuk ke rumah sakit di luar daerah. Kenapa kita tidak bisa bikin saja itu rumah sakit yang setara dengan daerah-daerah lain”, katanya menambahkan.

Anwar Hafid optimis masalah penuntasan kesehatan di sulteng ini bisa terwujud karena sudah pernah dilakukannya ketika menjabat sebagai Bupati Morowali. Apalagi, dengan menggandeng Reny Lamadjido, yang merupakan seorang dokter sebagai wakilnya, semakin mempertegas bahwa masalah kesehatan di Sulteng dapat mereka tuntaskan.

Selain program kesehatan ada juga program lainnya seperti, Beras Murah untuk Masyarakat, 1.000 Km Tol Desa, serta Sulteng Berani Bersaing SDM dan Lapangan Kerja.

Diketahui, pasangan Anwar Hafid dan Reny Lamadjido di usung oleh partai Demokrat 8 kursi, PKS 5 kursi dan PBB 1 kursi. Kelebihan 3 kursi dari yang dipersyaratkan KPU 11 kursi atau 20 persen dari 55 kursi DPRD Sulawesi Tengah.