Harga emas dunia menutup perdagangan Jumat, 6 November 2026, di kisaran US$4.070 per troy ounce. Meski mencatat kenaikan sekitar 5% sepanjang pekan, prospek emas memasuki periode 9–13 November menghadapi tantangan setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Data Nonfarm Payrolls (NFP) Oktober menjadi pemicu perubahan ekspektasi pasar. Perekonomian AS mencatat penambahan 165.000 lapangan kerja, jauh melampaui perkiraan analis yang berada di angka 65.000.
Kondisi pasar tenaga kerja juga terlihat dari penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,1% dari sebelumnya 4,2% pada September.
Sementara itu, pertumbuhan upah rata-rata tercatat 0,4% secara bulanan dan 3,1% secara tahunan. Data penambahan pekerjaan September turut direvisi naik menjadi 60.000.
Kombinasi angka tersebut memperlihatkan ketahanan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat. Bagi pelaku pasar, kondisi ini memberikan ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat, terutama jika tekanan inflasi belum menunjukkan penurunan yang konsisten.
Dolar dan Yield Treasury Kembali Menguat
Respons pasar terhadap laporan NFP terlihat melalui penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Indeks dolar AS (DXY) naik sekitar 0,77% menuju 102,26. Pada saat bersamaan, yield Treasury tenor dua tahun meningkat ke kisaran 4,52%, sedangkan tenor 10 tahun mencapai sekitar 4,88%.
Pergerakan tersebut menjadi sinyal meningkatnya perhatian investor terhadap kemungkinan perubahan kebijakan suku bunga The Fed.
Reuters melaporkan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember yang diperhitungkan pasar mendekati 80%.
Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, juga membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan sebagai langkah untuk mengembalikan inflasi menuju target bank sentral.
Bagi emas, perkembangan ini menjadi tekanan tersendiri. Logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga kenaikan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik instrumen berbasis dolar dan obligasi pemerintah AS.
Penguatan dolar juga membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar.
Data CPI Jadi Penentu Pergerakan XAU/USD
Setelah NFP, perhatian pasar pekan ini beralih pada perkembangan inflasi Amerika Serikat.




