Hubungan Sena dan Davina di sinetron Terikat Janji episode 108 mulai menunjukkan perkembangan setelah keduanya kembali akur. Namun, di balik hubungan yang semakin dekat, Sena justru mendapat tugas baru yang akan berpengaruh pada misi rahasianya sebagai seorang polisi.
Cerita diawali saat Sena mengantar Davina pulang dan bertemu Papa Novan. Sena meminta maaf karena sudah dua hari tidak masuk kerja tanpa memberikan kabar. Papa Novan memahami alasan Sena, tetapi mengingatkannya agar lebih profesional dalam bekerja.
Papa Novan kemudian menyadari Sena belum memiliki sekretaris pribadi. Menurutnya, seorang manajer membutuhkan sekretaris untuk mengatur jadwal dan pekerjaan agar tetap berjalan dengan baik. Karena itu, ia langsung meminta HRD membuka lowongan sekretaris khusus untuk Sena.
Dalam pertemuan tersebut, Papa Novan juga menanyakan mobil dinas Sena yang ternyata mengalami kecelakaan hingga masuk ke danau akibat rem blong. Bersyukur Sena selamat, Papa Novan memutuskan membeli mobil milik Davina yang sedang dipakai Sena sebagai pengganti kendaraan dinasnya.
Sikap Papa Novan yang semakin percaya kepada Sena membuat Davina merasa tidak tenang. Ia masih menyimpan rahasia bahwa Sena sebenarnya bukan penjual ketoprak, melainkan seorang polisi yang sedang menjalankan tugas penyamaran. Davina juga mulai curiga ayahnya bisa saja menjadi target penyelidikan Sena.
Setelah mendapat arahan dari Papa Novan, Sena langsung menghubungi HRD untuk menjadwalkan wawancara calon sekretaris. Salah satu pelamar yang mendapat panggilan adalah Melani, mantan sekretaris Dipa yang sedang berusaha mencari pekerjaan baru agar bisa menjauh dari mantan atasannya.
Sementara itu, Sena juga mengingatkan rekan-rekannya agar lebih berhati-hati menjaga markas rahasia mereka. Ia meminta semua anggota tidak membiarkan orang lain mengetahui lokasi markas demi keamanan operasi.
Di sisi lain, Sena sempat bermimpi buruk melihat Davina terjatuh dan gagal ia selamatkan. Mimpi itu membuatnya semakin khawatir karena merasa keselamatan Davina masih terancam.
Keesokan harinya, proses wawancara dimulai. Kandidat pertama bernama Klara datang dengan pengalaman sebagai sekretaris di beberapa perusahaan besar. Saat wawancara berlangsung, Davina mengetahui ada perempuan yang sedang melamar menjadi sekretaris Sena.



