Skrol untuk membaca pos

Wagub Sulteng Sebut Nakes Jadi Ujung Tombak Program BERANI Sehat

Muh. Rifai
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, melalkukan kunjungan kerja Kabupaten Morowali di Kantor Bupati Morowali, Kamis (17/7). Foto: Istimewa
A-AA+A++

Tenaga kesehatan (nakes) memiliki peran besar dalam menyukseskan Program BERANI Sehat yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., saat bertemu dengan insan kesehatan se-Kabupaten Morowali di Kantor Bupati Morowali, Kamis (17/7).

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang setiap hari memberikan pelayanan kepada masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali Nirmawati, S.KM., M.PH., jajaran direktur rumah sakit, kepala puskesmas, Ketua IDI Kabupaten Morowali, serta organisasi profesi kesehatan.

Dalam sambutannya, dr. Reny menyampaikan bahwa tenaga kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan. Menurutnya, keberhasilan Program BERANI Sehat tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan para nakes di lapangan.

“Tenaga kesehatan ini mereka solid, rasional, kompak. Profesi kesehatan ini luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan se-Kabupaten Morowali yang menjadi ujung tombak dalam menyukseskan Program BERANI Sehat,” katanya.

Program BERANI Sehat sendiri merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Sejak diluncurkan pada 24 April 2025, program ini telah dimanfaatkan sekitar 185 ribu warga Sulawesi Tengah.

Melalui program tersebut, masyarakat cukup menunjukkan KTP Sulawesi Tengah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat.

Dr. Reny menjelaskan bahwa Program BERANI Sehat menggunakan dua mekanisme pembiayaan, yakni melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan non-JKN. Sementara itu, untuk pelayanan rujukan dari puskesmas ke rumah sakit tetap dibiayai melalui BPJS Kesehatan.

“Pembiayaan BERANI Sehat cukup menggunakan KTP Sulawesi Tengah, masyarakat langsung dilayani. Dalam skema provinsi terdapat dua mekanisme, yaitu JKN dan non-JKN. Sementara rujukan pelayanan kesehatan dari puskesmas ke rumah sakit dibiayai melalui BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Selain membahas Program BERANI Sehat, Wakil Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Morowali atas komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Menurutnya, seluruh puskesmas yang dikunjunginya telah memiliki dokter sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Berita Lainnya

DPRD Sulteng Dorong Aturan Berani Sehat Lebih Jelas
Sulteng Minta Dukungan Pusat untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Anwar Hafid Ajak DWP Jadi Penyemangat Suami Meraih Jabatan Berprestasi
RAPBD Sulteng 2027 Fokus Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi
Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Sulawesi Tengah
Raker JMSI Sulteng Tetapkan Empat PC dan Program Prioritas