Fajar/Fikri yang menjadi unggulan ketiga tampil solid saat menghadapi pasangan unggulan kelima asal China tersebut. Mereka meraih kemenangan dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-4 dalam pertandingan yang berlangsung sengit pada gim pertama sebelum akhirnya didominasi wakil Indonesia di gim kedua.
Sejak awal pertandingan, kedua pasangan menunjukkan kualitas permainan terbaiknya. Kejar-mengejar angka terjadi sepanjang gim pertama dengan duel cepat di area depan net menjadi salah satu kunci pertandingan. Fajar dan Fikri beberapa kali harus bekerja keras menghadapi permainan agresif Liang Wei Keng dan Wang Chang yang dikenal memiliki kombinasi serangan dan pertahanan yang seimbang.
Fajar mengaku bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan meraih kemenangan penting untuk mengamankan tiket final.
“Perasaannya pasti senang, bersyukur, alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar, dengan sehat, dan juga kemenangan. Tadi khususnya di gim pertama, tidak mudah banyak kejar-mengejar poin. Mereka juga sama, bermain di depan net, mengadu di depan kuncinya. Jadi memang sedikit krusial di gim pertama ketika kami bisa memenangkan adu setting,” ujar Fajar melansir laman PBSI.
Menurut Fajar, lawan yang mereka hadapi memiliki kualitas yang sangat lengkap. Wang Chang dinilai berperan sebagai pengatur permainan, sementara Liang Wei Keng menjadi eksekutor utama dalam serangan.
“Mereka mempunyai tipe permainan yang komplit dengan Wang Chang sebagai playmaker dan Liang Wei Keng sebagai eksekutor di belakang. Mereka sangat luar biasa tapi di hari ini mereka terlihat kesulitan karena kondisi bola yang cukup kencang dan kondisi lapangan sangat berangin. Kami bisa lebih memanfaatkan situasi,” katanya.
Setelah merebut gim pertama yang berlangsung ketat, Fajar/Fikri tampil semakin percaya diri pada gim kedua. Mereka langsung mengambil kendali permainan dan berhasil menekan lawan sejak awal hingga menciptakan jarak poin yang sangat jauh.




