Malaysia Master 2026: Ubed ke Perempat Final, Ginting Tumbang
Kabar berbeda datang dari sektor tunggal putra Indonesia pada ajang Malaysia Masters 2026. Moh. Zaki Ubaidillah berhasil melangkah ke babak berikutnya, sementara Anthony Sinisuka Ginting harus menghentikan perjuangannya usai kalah di babak 16 besar, Kamis, 21 Mei 2026, di Kuala Lumpur, Malaysia.
Moh. Zaki Ubaidillah tampil impresif saat menghadapi wakil Korea Selatan, Jeon Hyeok Jin. Pebulu tangkis muda Indonesia itu menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-10, 16-21, dan 21-16. Kemenangan tersebut memastikan langkah Ubed ke perempat final sekaligus menjaga asa Indonesia di sektor tunggal putra.
Pada gim pertama, Ubed tampil agresif sejak awal pertandingan. Permainannya mampu menekan lawan hingga Jeon kesulitan mengembangkan pola serangan. Dominasi Ubed terlihat dari selisih poin cukup jauh yang berhasil ia ciptakan hingga menutup gim pertama dengan kemenangan 21-10.
Namun situasi berubah pada gim kedua. Jeon mulai menemukan ritme permainan dan mampu membaca pola serangan Ubed. Pertandingan berlangsung lebih ketat dengan reli-reli panjang yang menguras tenaga kedua pemain. Dalam momen tersebut, fokus Ubed sempat menurun sehingga lawan berhasil mengambil alih tempo permainan dan memenangkan gim kedua 21-16.
Memasuki gim penentuan, Ubed bahkan sempat tertinggal 0-4 di awal pertandingan. Meski demikian, pemain muda Indonesia itu berhasil bangkit dan perlahan mengejar ketertinggalan. Kepercayaan diri yang tetap terjaga menjadi kunci keberhasilannya membalikkan keadaan hingga menutup laga dengan skor 21-16.
“Alhamdulillah senang karena sudah bisa diberikan kemenangan dan tidak ada cedera apapun. Di game pertama tadi mainnya sudah enak, namun di game kedua mainnya sedikit berubah,” ujar Moh. Zaki Ubaidillah usai pertandingan.
Ia mengakui lawannya mulai mampu membaca pola permainan setelah gim pertama. Situasi tersebut membuat pertandingan berjalan lebih sulit dibandingkan awal laga.
“Di game pertama lawan tertekan terus dan di game kedua lawan sudah tahu cara mainnya. Saya sempat hilang fokus hingga akhirnya kecolongan tempo permainan,” katanya.
Ubed juga mengungkapkan dirinya belajar dari kekalahan sebelumnya saat menghadapi pola permainan lawan yang membuatnya kesulitan keluar dari tekanan. Untuk pertandingan kali ini, ia mencoba mempersiapkan diri lebih matang dengan mempelajari rekaman video permainan lawan.
“Minggu lalu saya masih sedikit kaget dengan pola main lawan dan tidak bisa keluar dari tekanan. Di pertandingan kali ini saya mencoba menganalisis dari video permainan lawan dan yang saya pelajari berhasil saya terapkan,” lanjutnya.
Pada babak berikutnya, Ubed dijadwalkan menghadapi tunggal putra Prancis, Christo Popov. Ia mengaku akan lebih dulu mempersiapkan pola pikir karena lawannya dikenal memiliki permainan ulet dan sulit dimatikan.
“Besok akan melawan Christo Popov, saya mau siapkan pola pikirnya dulu karena lawan tidak mudah dimatikan dan mau bermain nothing to lose aja,” ujarnya.
Sementara itu, hasil berbeda dialami Anthony Sinisuka Ginting. Pebulu tangkis unggulan Indonesia tersebut harus mengakui keunggulan Christo Popov dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 14-21.
Ginting sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat pada gim pertama. Perolehan poin kedua pemain berlangsung cukup berimbang hingga memasuki interval. Namun setelah jeda, permainan Ginting mulai kehilangan konsistensi, terutama dalam menjaga pola serangan dan mengantisipasi pengembalian bola dari lawan.
“Bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Match yang cukup sulit buat saya pribadi. Di game pertama saya sudah mencoba dan poinnya juga tidak terlalu jauh, namun setelah interval saya kurang bisa disiplin menjaga cara main dan bola-bola dari lawan,” kata Ginting.
Pada gim kedua, Christo Popov tampil lebih percaya diri dan langsung memimpin perolehan angka sejak awal. Ginting sempat mencoba mengubah strategi permainan untuk mengejar ketertinggalan, tetapi lawan mampu mengantisipasi dengan baik.
Menurut Ginting, Christo merupakan tipe pemain yang sangat ulet dan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri. Hal tersebut membuat pertandingan berjalan melelahkan dan membutuhkan kesabaran tinggi.
“Christo salah satu pemain yang ulet dan safe, tidak mudah untuk dapat satu poin dari beliau, jadi harus siap cape juga. Strategi kali ini memang harus siap cape, namun saat mengadu strategi tadi kurang pas dan kurang bisa mengantisipasi dengan baik,” ujarnya.
Ginting juga menilai perkembangan permainan Christo Popov semakin matang dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Ia menyebut lawannya kini memiliki kemampuan membaca situasi pertandingan dan mengubah strategi dengan cepat di lapangan.
“Perjalanan Popov dari pertemuan sebelumnya makin baik dan dia makin matang juga mainnya. Sekarang dari ranking dan kualitas mainnya dia memang pemain yang bagus juga,” ucap Ginting.
Meski tersingkir, Ginting mengaku tetap mengambil pelajaran penting dari pertandingan tersebut untuk evaluasi ke depan, khususnya dalam menyesuaikan pola permainan di setiap pertandingan yang memiliki situasi berbeda. (Rfi)


