Indonesia menempatkan tiga wakil di partai final Australian Open 2026 setelah ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, tunggal putra Alwi Farhan, dan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari sukses melewati laga semifinal yang berlangsung ketat. Hasil ini membuka peluang besar bagi Merah Putih untuk membawa pulang lebih dari satu gelar dari turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.

Keberhasilan tiga wakil Indonesia menembus final menjadi kabar menggembirakan setelah seluruh pemain harus melewati pertandingan yang menguras tenaga dan emosi. Bahkan, dua di antaranya harus berjuang melalui laga tiga gim sebelum memastikan tiket ke partai puncak.

Dari sektor ganda putra, pasangan unggulan ketiga Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil sebagai salah satu sorotan. Mereka harus bekerja keras untuk menyingkirkan pasangan Chinese Taipei, Chen Cheng Kuan/Liu Kuang Heng, dengan skor 21-18, 19-21, 23-21.

Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal. Sabar/Reza sempat mengamankan gim pertama, namun lawan berhasil memaksakan rubber game setelah merebut gim kedua. Pada gim penentuan, kedua pasangan saling mengejar angka hingga memasuki masa deuce sebelum pasangan Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang.

“Alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan yang sangat tidak mudah. Benar-benar tough match tadi, benar-benar capek banget, pikiran capek, badan capek. Tapi bersyukur kami dikasih rejeki buat ke final. Mudah-mudahan besok di final bisa memberikan yang terbaik,” ujar Sabar Karyaman Gutama mengutip Laman PBSI.

Menurut Sabar, fokus utama menjelang final adalah memulihkan kondisi fisik dan mempersiapkan strategi terbaik berdasarkan pengalaman pertemuan sebelumnya dengan calon lawan.

“Untuk besok pastinya sekarang fokus recovery dulu lalu kami akan belajar dari pertemuan yang kemarin. Mudah-mudahan pola main yang kemarin di Indonesia Open bisa kembali diterapkan dengan baik. Dan mudah-mudahan kondisi kami bisa kembali fit 100 persen besok,” katanya.

Sementara itu, Moh Reza Pahlevi Isfahani menilai pasangan Chinese Taipei tampil lebih kuat dibanding saat pertemuan sebelumnya. Ia mengakui lawan memiliki daya tahan yang baik dan mampu memberikan tekanan sepanjang pertandingan.

“Sebenarnya kami sudah pernah bertemu dengan mereka tapi dengan partner berbeda. Jadi mereka daya tahannya lebih kuat, tekanannya lebih ada daripada pasangan sebelumnya. Kami sempat kewalahan juga menghadapi pola main mereka yang sangat-sangat agresif,” ujar Reza.

Bagi Sabar/Reza, pencapaian ini menjadi final pertama mereka pada tahun 2026 setelah melalui beberapa turnamen dengan hasil yang belum sesuai harapan.

“Pastinya senang banget bisa masuk final pertama di tahun ini setelah hasil-hasil yang kurang baik,” tambah Reza.

Di sektor tunggal putra, Alwi Farhan kembali menunjukkan konsistensinya. Pebulu tangkis muda Indonesia itu mengamankan tiket final setelah mengalahkan wakil Hong Kong, Jason Gunawan, dengan skor 21-11, 17-21, 21-9.

Alwi tampil dominan pada gim pertama sebelum kehilangan momentum pada gim kedua akibat sejumlah kesalahan sendiri. Namun, ia mampu bangkit dan kembali menguasai jalannya pertandingan pada gim ketiga.

“Terima kasih ya Allah, alhamdulillah saya berada di sini karena berkat Tuhan Yang Maha Esa. Saya hanya menjalankan tugas saya memberikan yang terbaik untuk Indonesia, saya pasrahkan hasilnya kepada Tuhan,” kata Alwi.

Kepercayaan diri menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan Alwi. Ia mengaku memiliki modal positif karena beberapa kali berhasil mengalahkan Jason pada pertemuan sebelumnya.

“Saya beberapa kali menang melawan Jason dan itu membuat saya lebih percaya diri. Saya melakukan beberapa unforced errors di gim kedua tapi saya tahu saya bisa kembali pegang kontrol permainan di gim ketiga jadi saya coba memanfaatkannya dari awal,” ujarnya.

Australian Open 2026 menjadi turnamen ketiga secara beruntun yang dijalani Alwi. Meski demikian, pemain kelahiran Surakarta itu mampu menjaga performanya hingga menembus partai final.

“Di turnamen ketiga beruntun paling sulit adalah menjaga fisiknya dan juga mentalnya, tapi nggak ada yang nggak bisa selagi ada kemauan. Jadi apapun rintangannya kita harus berani melewati,” ungkapnya.

Alwi juga berharap Indonesia bisa meraih hasil terbaik pada laga final.

“Harapannya semoga bisa all Indonesian finals dan besok Insya Allah saya bisa juara,” katanya.

Keberhasilan Indonesia menempatkan tiga wakil di final semakin lengkap setelah pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berhasil membalikkan keadaan saat menghadapi Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun dari Chinese Taipei.

Pasangan yang akrab disapa Ana/Tiwi itu sempat kehilangan gim pertama 15-21 sebelum bangkit dan memenangkan dua gim berikutnya dengan skor 21-14 dan 21-10.

Pada awal pertandingan, Ana/Tiwi kesulitan keluar dari tekanan lawan. Namun perubahan strategi dan peningkatan kualitas permainan membuat mereka mampu mengambil alih kendali pertandingan.

“Alhamdulillah bisa menang dan ke final, tadi di gim pertama permainan belum sesuai dengan yang direncanakan tapi di gim kedua dan ketiga, kami bisa menerapkan permainan yang kami inginkan,” ujar Meilysa Trias Puspitasari.

Bagi Meilysa, keberhasilan kembali mencapai final Australian Open menjadi pencapaian yang membahagiakan. Namun ia menegaskan fokus tim belum selesai karena masih ada satu laga penting yang harus dimenangkan.

“Pasti senang bisa kembali ke final di sini tapi masih belum selesai, masih ada besok jadi kami harus lebih semangat dan all out,” katanya.

Febriana Dwipuji Kusuma mengungkapkan lawan tampil lebih siap dibanding pertemuan sebelumnya. Hal itu membuat mereka sempat kesulitan pada gim pertama.

“Mereka belajar dari pertemuan pertama dan mereka sudah siap dengan polanya hari ini, di gim pertama kami terbawa ritme dan tempo mereka. Setelah itu kami bisa menemukan cara yang tepat untuk bangkit,” ujar Febriana.

Ia berharap sektor ganda putri bisa kembali menghadirkan final sesama Indonesia seperti tahun lalu apabila pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mampu memenangkan pertandingan semifinal lainnya.

“Siapapun lawannya pasti kami harus siap untuk besok tapi kami berharap Rachel/Febi bisa menang untuk mengulang final tahun lalu untuk Indonesia,” katanya.

Sementara itu, langkah Moh Zaki Ubaidillah harus terhenti di babak semifinal setelah kalah dari wakil China, Dong Tian Yao, dengan skor 19-21, 21-9, 18-21.

Meski gagal melangkah ke final, pencapaian Zaki tetap layak mendapat apresiasi. Ini merupakan kali pertama pemain muda Indonesia tersebut berhasil mencapai semifinal turnamen BWF World Tour Super 500.

“Pertandingan hari ini cukup ketat, saya tetap bersyukur walaupun hasilnya belum memuaskan,” ujar Zaki.

Ia mengakui lawannya tampil lebih agresif dan berani mengambil risiko pada poin-poin penting di gim ketiga.

“Tadi saya sudah coba yang terbaik, ya mungkin belum rezeki. Di akhir-akhir gim ketiga saya agak kaget karena dia mulai mempercepat tempo dan variasi depannya banyak variasi. Dia lebih berani dan lebih agresif di poin-poin kritis,” tuturnya.

Dengan tiga wakil yang telah memastikan tempat di final Australian Open 2026, harapan Indonesia untuk menambah koleksi gelar internasional kini semakin terbuka. Sabar/Reza, Alwi Farhan, serta Ana/Tiwi hanya tinggal selangkah lagi untuk mengakhiri perjuangan mereka dengan trofi juara. adapun jadwal pertandingan partai final ini akan berlangsung besok, Minggu, 14 Juni mulai pukul 10.00 WIB. (Red)