Skrol untuk membaca pos

Belatung di Kelamin Wanita Pernah Terjadi, Ini Kisahnya!

Muh. Rifai
Belatung
Foto Istmewa
A-AA+A++

JAKARTA – Video belatung di kelamin wanita yang viral belakangan ini masih menjadi topik yang ramai dibicarakan warganet.

Pasalnya, hampir mustahil ada belatung yang hidup di dalam vagina. Karena belatung adalah hewan yang hidup dengan mengkonsumsi jaringan mati atau bangkai.

Hal itu juga dikatakan dr Boyke Nugraha sebagaimana telah diberitakan di berbagai media.

Namun ternyata, kasus belatung di kelamin wanita pernah terjadi dengan istilah Myiasis. Dikasus ini, murni bukan kelainan seksual, melainkan penyakit yang diakibatkan kelalaian manusia yang tidak menjaga kebersihan.

Myiasis adalah infestasi larva lalat pada jaringan hidup yang menyerang hewan berdarah panas, termasuk ternak dan manusia, sehingga dikategorikan sebagai penyakit yang bersifat zoonosis.

Mengutip dari loporan jurnal disitus PMC, ada seorang wanita muda berusia 17 tahun yang belum menikah datang dengan riwayat nyeri dan bengkak pada alat kelamin dan juga mengeluh jatuhnya larva lalat dari vulva.

Dia tinggal di daerah pedesaan dengan kondisi kebersihan yang buruk, yang berpotensi menimbulkan penyakit.

Toiletnya yang tidak higienis berada di luar rumah dan mengundang banyak lalat. Kebersihannya buruk dan memakai pakaian kotor.

Dia ditemani oleh bibinya, karena ibunya meninggal di masa kanak-kanak. Karena sifatnya yang pemalu, dia tidak melapor kepada siapa pun mengenai sakit yang di alaminya.

Sebelum sakit, pasien ada riwayat siklus menstruasi. Namun teratur dan normal.

Sayangnya, saat menstruasi, pasien tidak menggunakan pembalut siap pakai yang tersedia di pasaran selama periode menstruasi. Sebagai gantinya, Ia menggunakan pakaian compang-camping yang kotor.

Dia juga biasa menggantung pakaian dan pakaian dalam yang sudah dicuci di tali jemuran di luar.

Tidak ada riwayat trauma, gigitan serangga, dan aktivitas seksual. Tidak ada riwayat nyeri pada perut bagian bawah.

Dia juga menyangkal riwayat penyakit kronis termasuk TBC, infeksi saluran kemih kronis, dan diabetes.

Pada pemeriksaan lokal, kedua labia mayora terasa nyeri saat di tekan, eritematosa dan bengkak dengan sinus discharge multiple yang ternyata berisi dengan belatung merayap berwarna putih krem. ​​