oleh

Heboh Belatung di Anu Wanita, Apakah Penyakit Kelamin? Ini Penjelasannya

JAKARTA – Baru-baru ini jagad Sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang meperlihatkan belatung di kemlauan wanita yang lagi berhubungan intim.

Video itu menjadi viral di TikTok maupun Twitter. Hingga sekarang, kejadian ini masih sangat ramai dibicarakan Warganet di Media Sosial.

Kabarnya, pihak kepolisian juga tengah memburu pemeran di dalam video yang viral tersebut.

Banyak persepsi warganet dalam peristiwa ini. Ada yang beranggapan pemeran memiliki kelainan seksual ada juga yang menduga penyakit kelamin.

Jika anggapannya adalah penyakit kelamin, rasanya tidak mungkin, hal itu juga dijelaskan dr Boyke Nugraha dikutip dari pemberitaan Kanal Youtube Baaca ID.

Ia mengatakan, Hampir mustahil ada belatung yang hidup di dalam vagina. Pasalnya, belatung adalah hewan yang hidup dengan mengkonsumsi jaringan mat atau bangkai.

Dugaan sementara peristiwa ini lebih mengarah ke kelainan seksual atau lebih diknal dengan Fetish Formikofilia. Lantas apa itu Fetish Formikofilia?

Fetish Formikofilia atau Formicophilia adalah minat seksual untuk dijelajahi atau digigit oleh serangga, seperti semut, atau makhluk kecil lainnya. 

Menurut Encyclopedia of Unusual Sex Practices dari Dr Brenda Love dikutip dari Blog DR. Mark Griffiths, Diperkirakan bahwa efek yang diinginkan mungkin berasal dari sensasi menggelitik atau menyengat, atau penderitaan psikologis pada orang lain. 

Nancy Butcher dalam sebuah buku tentang misteri medis, pengobatan aneh, dan cerita rakyat yang aneh juga mengatakan, bahwa Formicophilia dapat mengolesi diri mereka dengan madu dan serangga memakannya.

Dia juga mengklaim bahwa beberapa Formicophilia bahkan dapat menempatkan serangga di berbagai lubang tubuh saat mereka mengalami kenikmatan seksual dari serangga yang mencoba melarikan diri.

Sampai saat ini, hanya dua makalah akademis yang pernah diterbitkan secara langsung mengenai Formicophilia. 

BACA JUGA  Belatung di Kelamin Wanita Pernah Terjadi, Ini Kisahnya!

Kedua makalah ini diterbitkan pada tahun 1980-an oleh Ratnin Dewaraja (yang saat itu sedang kuliah di Universitas Colombo, Sri Lanka). Makalah pertama (ditulis bersama dengan ahli parafilia terkenal Profesor John Money) diterbitkan dalam Journal of Sex and Marital Therapy. 

Dalam makalah ini Formicophilia didefinisikan sebagai paraphilia di mana fokus gairah seksual adalah pada makhluk kecil, seperti “siput, katak, semut, atau serangga lain yang merayap, merayap atau menggigit tubuh, terutama alat kelamin, daerah perianal atau puting”.

Brenda Love telah menunjukkan bahwa Formicophilia hanya secara teknis merujuk pada gairah seksual dari semut dan bahwa paraphilias mengenai serangga secara lebih umum harus dinamai entomophilia. Ada parafilia terkait serangga spesifik lainnya seperti araknofilia (yaitu, gairah seksual dari laba-laba).

Komentar

Masih Hangat