Pemerintah Tetap Melawan Tekanan UE Soal Ekspor Bijih Nikel

JAKARTA – Pemerintah menghadapi banyak tekanan dari pihak luar, salah satunya  kebijakan komoditas bijih nikel, sehingga harus terbiasa dengan tekanan apapun.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (9/9/2022), terkait kemungkinan Indonesia kalah dalam menghadapi gugatan Uni Eropa (UE) terkait sengketa perdagangan, khususnya soal kebijakan larangan ekspor bijih nikel RI sejak 1 Januari 2020.

“Kalau tekanan itu kan bukan cuma nikel saja,” kata Arifin.

Menurut Arifin,  pemerintah akan terus melawan gugatan UE ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), apalagi proses penyelesaian sengketa hingga saat ini masih terus berjalan.

Arifin menuturkan, terdapat opsi bagi pemerintah untuk melawan tekanan dari pihak luar terkait larangan ekspor bijih nikel.

Salah satunya yaitu bisa dengan cara menaikkan pajak ekspor.

“Itu salah satu langkah menaikkan pajak ekspor, tapi impact-nya akan bakal bolak balik. Tetapi memang harus kita lawan!” kata Arifin.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan terdapat kemungkinan bahwa Indonesia akan kalah dalam gugatan WTO. Namun, dia tidak mau mundur soal kebijakannya melarang ekspor bahan baku mentah.

“Pemimpin enggak perlu takut stop ekspor nikel, enggak apa-apa, kelihatannya juga kalah kita di WTO, enggak apa-apa, tapi barangnya sudah jadi dulu, industrinya sudah jadi,” kata Jokowi saat Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Rabu (7/9/2022).

Komentar