Setelah sembilan tahun vakum dari dunia politik, mantan Wakil Wali Kota Palu, Andi Mulhanan Tombolotutu, kembali tampil untuk memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah, Ahmad Ali dan Abdul Karim Al Jufri.
Dalam kampanye terbatas Kamis, 3 Oktober 2024 malam, yang berlangsung di Lapangan Tangkasi, Kelurahan Birobuli Selatan, tempat tinggalnya selama 20 tahun, Mulhanan menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk kembali aktif berpolitik.
Mulhanan memulai pidatonya dengan mengungkapkan, setelah 20 tahun aktif dalam dunia politik, ia memilih untuk beristirahat selama sembilan tahun terakhir.
Namun, kali ini, ia merasa terpanggil untuk kembali ke panggung politik, karena komitmennya untuk mendukung Ahmad Ali.
“Saya dan Ahmad Ali sudah berteman selama hampir 40 tahun. Kami sama-sama di berbagai organisasi, komunitas, bahkan permainan. Saya tahu persis karakter Ahmad Ali dan kepeduliannya terhadap masyarakat kecil,” ujar Mulhanan.
Dalam testimoninya, Mulhanan menyoroti kepedulian Ahmad Ali bukanlah sekadar omongan belaka. Ia menyaksikan langsung, bagaimana Ahmad Ali mengalokasikan lebih dari setengah keuntungan dari usahanya untuk membantu masyarakat.
Mulhanan menyebut bantuan Ahmad Ali meliputi pembangunan pesantren, rumah-rumah ibadah, serta pemberian modal usaha kepada warga yang membutuhkan.
Selain itu, Ahmad Ali juga dikenal aktif memberikan beasiswa kepada anak-anak muda, untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1 dan S2.
“Kalau disebut jumlah penerima beasiswanya itu 120 orang, saya rasa angkanya lebih dari itu. Ahmad Ali selalu siap membantu,” tambah Mulhanan.
Mulhanan juga memuji jaringan Ahmad Ali di tingkat nasional. Ia menekankan pentingnya memiliki pemimpin yang memiliki hubungan baik dengan tokoh-tokoh penting di pusat, baik di legislatif maupun eksekutif.
“Ahmad Ali punya jaringan yang sangat kuat, mulai dari Presiden hingga para menteri. Jaringan ini sangat dibutuhkan untuk menarik bantuan pusat ke daerah,” jelasnya.
Menurut Mulhanan, Sulawesi Tengah adalah daerah yang kaya akan potensi. Namun, kekayaan daerah tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan seorang pemimpin yang tidak hanya memiliki visi, tetapi juga jaringan dan kemampuan untuk memanfaatkan potensi tersebut demi kesejahteraan rakyat. Dalam pandangannya, Ahmad Ali adalah sosok yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut.




