Skrol untuk membaca pos

Kinerja APBN 2023 Capai Target Lebih Cepat

Muh. Rifai
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto Kemenkeu, Zalfa Dhiaulhaq
A-AA+A++

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 telah disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Ia menyatakan, kinerja APBN 2023 luar biasa. APBN tahun 2023 berhasil mencapai stabilitas keuangan, serta berkontribusi terhadap kesehatan perekonomian nasional secara keseluruhan.

“Dalam satu kata, APBN kita sudah ahead of the curve. Pencapaian kita jauh lebih cepat dari yang kita perkirakan atau kita desain. Bahkan semenjak tahun 2022, 2023 ini. Jadi APBN dua tahun berturut-turut sudah ahead of the curve, mampu untuk menyehatkan dirinya, namun bisa pada saat yang bersamaan, menyehatkan ekonomi dan melindungi masyarakat,” ungkapnya.

Setelah bercermin pada perjalanan APBN beberapa tahun terakhir, Menkeu menyimpulkan, bahwa APBN berhasil mengatasi tantangan pandemi. Upaya pemerintah dalam menyelesaikan dan menangani pandemi ini telah menghasilkan pemulihan ekonomi, penguatan masyarakat, dan APBN yang lebih kuat. Sri Mulyani menegaskan, posisi tersebut menjadi landasan kokoh bagi Indonesia memasuki tahun 2024 dan seterusnya.

Dari sisi realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.774,3 triliun atau mewakili 112,6 persen dari target APBN 2023 atau 105,2 persen dari Perpres 75/2023. Angka ini tumbuh sebesar 5,3 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Khususnya, penerimaan pajak mempunyai peran yang signifikan, melampaui target APBN 2023 sebesar Rp2.155,4 triliun (106,6 persen APBN atau 101,7 persen Perpres 75/2023). 

PNBP mencapai Rp605,9 triliun (137,3 persen dari APBN 2023 atau 117,5 persen dari Perpres 75/2023), atau tumbuh 1,7 persen dibandingkan realisasi tahun 2022. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan Pendapatan Kekayaan Negara yang Dipisahkan, yang berasal dari dividen BUMN dan penerimaan SDA Non Migas, meskipun Pendapatan SDA Migas mengalami kontraksi akibat moderasi harga komoditas terutama minyak bumi.

“Bayangkan penerimaan pajak yang drop ke Rp1.072 triliun (pada 2020), kemudian merambat naik dan sekarang di Rp1.869 triliun. Kenaikan berturut-turut 2021, 2022, 2023 itu tiga kali growth yang tidak mudah dipertahankan. Karena 2021, 2022 itu pertumbuhannya itu sangat tinggi di atas 3 persen. Jadi kalau tahun ini kita masih bisa tumbuh 8,9 persen untuk penerimaan pajak, ini adalah sebuah upaya yang luar biasa dari teman-teman Pajak kita,” ujar Menkeu.