Skrol untuk membaca pos

Kinerja APBN 2023 Capai Target Lebih Cepat

Muh. Rifai
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto Kemenkeu, Zalfa Dhiaulhaq
A-AA+A++

“Dengan pendapatan yang kuat ini, kita mampu untuk mendanai belanja negara yang tetap terjaga. Kita lihat target belanja kita di APBN 2023 adalah Rp3.061 triliun. Itu menembus angka 3.000 sejak tahun 2022. Realisasinya di Rp3.121 triliun, jadi lebih tinggi dari APBN dan Perpres,” terangnya.

Tercatat, Belanja Negara mencapai Rp3.121,9 triliun melampaui alokasi APBN 2023 (102,0 persen dari APBN 2023 atau 100,2 persen dari Perpres 75/2023). Peningkatan tersebut dipengaruhi antara lain oleh pemanfaatan automatic adjustment K/L serta optimalisasi alokasi belanja guna melanjutkan berbagai proyek prioritas.

Realisasi belanja K/L yang merupakan komponen dari Belanja Pemerintah Pusat mencapai sebesar Rp1.153,5 triliun (115,2 persen dari APBN 2023 dan Perpres 75/2023). Peningkatan pagu belanja K/L antara lain untuk penebalan bansos, percepatan penanganan infrastruktur jalan daerah, pembangunan IKN dan persiapan pelaksanaan Pemilu. Sementara itu, Realisasi belanja non-K/L mencapai Rp1.087,2 triliun (87,3 persen dari APBN atau 83,5% dari Perpres 75/2023).

Realisasi Transfer ke Daerah tahun 2023 mencapai Rp881,3 triliun (108,2 persen dari Pagu APBN 2023 dan Perpres 75/2023), meningkat sebesar 8,0% dibandingkan pada tahun 2022. Peningkatan tersebut antara lain dipengaruhi oleh kinerja pemerintah daerah, peningkatan alokasi DBH dan pembayaran kurang bayar DBH s.d. tahun 2022 dan peningkataan penyaluran DAK.

“Transfer ke Daerah realisasi sementaranya Rp881 triliun, ini juga tertinggi dalam sejarah Transfer kita. Lebih tinggi dari (target) APBN awal yang Rp814 triliun, yaitu 108 persen dari APBN maupun Perpres 75. Transfer jauh lebih tinggi terutama untuk Dana Bagi Hasil. Jadi, ini cerita APBN 2023 yang kita sebutkan tadi, the end of the journey semenjak pandemi, akhir dari perjalanan semenjak shock pandemi terjadi, ditutup dengan husnul khotimah kalau orang mengatakan cukup baik,” katanya.

Realisasi defisit anggaran 2023 mencapai Rp347,6 triliun atau 1,65 persen terhadap PDB, sejalan dengan kebijakan konsolidasi fiskal oleh Pemerintah di tengah tantangan ketidakpastian global. Menkeu menerangkan, dibandingkan defisit tahun 2022 yang mencapai Rp460 triliun, nominal defisit 2023 juga lebih rendah. Jadi, baik dari sisi persentase GDP maupun nominal, defisit 2023 lebih rendah.