4-2.
Sekilas, City mulai berada di jalur aman.
Ternyata belum.
Dua menit kemudian, Brobbey menyempurnakan hat-trick-nya. Gol ketiga penyerang Sunderland tersebut membuat skor berubah menjadi 4-3 dan kembali membuka pertandingan.
Brobbey menjadi ancaman terbesar bagi lini belakang City sepanjang laga. Tiga kali Sunderland mengejar ketertinggalan melalui dirinya, dan tiga kali pula pertahanan City harus bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan.
Sunderland bahkan sempat mendapatkan peluang untuk membuat pertandingan semakin rumit. City juga harus bertahan dari tekanan lawan yang secara statistik menciptakan cukup banyak peluang.
Pada akhirnya, satu gol tambahan menjadi pembeda.
Haaland Menutup Drama
Menit ke-81 menjadi titik balik terakhir.
Erling Haaland muncul di waktu yang tepat untuk mencetak gol kelima City. Penyerang Norwegia itu menyambut umpan silang Joško Gvardiol dan mengubahnya menjadi gol. Wasit sempat menunggu pemeriksaan VAR sebelum gol tersebut akhirnya disahkan.
Skor 5-3 bertahan hingga pertandingan selesai.
Gol tersebut juga memiliki catatan tersendiri bagi Haaland. Itu merupakan gol pertamanya melawan Sunderland sekaligus membuatnya mencetak gol menghadapi seluruh lawan Premier League yang pernah dihadapinya bersama City.
Bagi City, gol Haaland bukan sekadar tambahan angka. Itu adalah gol yang akhirnya memutus perlawanan Sunderland setelah sepanjang laga mereka terus memberikan tekanan.
Delapan Gol, tetapi Ada Masalah di Pertahanan City
Kemenangan 5-3 memang terlihat meyakinkan dari sisi skor. Namun, jalannya pertandingan justru menunjukkan ada pekerjaan rumah yang perlu dibereskan City.
Tuan rumah menguasai bola 55 persen dan menyelesaikan 403 operan, berbanding 312 milik Sunderland. Tetapi dalam jumlah tembakan, Sunderland justru unggul 17-16. Bahkan nilai expected goals (xG) Sunderland tercatat 4,15, lebih tinggi daripada City yang berada di angka 2,72.
Angka tersebut menggambarkan bagaimana Sunderland mampu menciptakan peluang berbahaya meskipun akhirnya kalah.
City memang sangat efektif di depan gawang. Lima gol dari 16 tembakan menunjukkan ketajaman yang tinggi. Tetapi di sisi lain, mereka memberikan terlalu banyak ruang kepada Sunderland.
Setelah sebelumnya mencatat empat clean sheet beruntun di awal liga, City kali ini kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan. Manajer Enzo Maresca juga menyoroti masalah pertahanan tersebut setelah pertandingan.







