Ia juga meminta jalan inspeksi diperbaiki agar dapat dimanfaatkan petani. Sementara untuk pembangunan jaringan pipa, Anwar meminta hak masyarakat pemilik lahan tetap dipenuhi sebelum pekerjaan dilakukan.
“Kalau ada lahan masyarakat yang dilewati oleh pipa ini segera diganti rugi. Jangan lakukan pembangunan kalau tidak diganti rugi dulu. Kalau bisa ganti untung, jangan ganti rugi,” kata Anwar.
Dalam pemanfaatan sumber daya air, Anwar meminta perusahaan membagi penggunaan air secara adil sehingga masyarakat tetap mendapatkan bagian yang cukup.
“Jangan semua kasih ke perusahaan. Tetap sisakan untuk masyarakat. Jadi dibagi,” tegasnya.
Anwar juga meminta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat Bumi Raya dan Witaponda. Warga yang belum memiliki keterampilan, menurutnya, dapat diberikan pelatihan agar memiliki kesempatan bekerja di kawasan industri.
“Jangan sampai ada warga di Bumi Raya Witaponda ini yang menganggur karena tidak diterima. Kalau tidak ada lagi di sini, baru terima dari luar,” ujarnya.
Di hadapan masyarakat dan pihak perusahaan, Anwar menegaskan dirinya tidak memiliki kepentingan bisnis pribadi dalam pengembangan investasi tersebut.
“Saya tidak neko-neko. Saya tidak pernah minta bisnis sama Mr. Chai karena tugas saya bukan pebisnis, tapi pelayan rakyat,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat ikut mengawal seluruh kesepakatan yang telah dibuat. Anwar mendorong pembentukan tim kecil yang dapat melaporkan langsung kepadanya apabila masih terdapat komitmen perusahaan yang belum dipenuhi.
Sementara itu, Direktur BTIIG Mr. Chai Zhenyang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Morowali atas dukungan dan koordinasi selama pengembangan kawasan.
Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama daerah, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan usaha lokal, serta tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Dengan peresmian pembangunan tersebut, Anwar kembali menegaskan bahwa investasi harus berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi tetap didorong, tetapi sumber air, lahan, akses, pertanian, dan kesempatan kerja warga juga harus tetap terlindungi. ***







