WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Erupsi Anak Krakatau Mereda, Tapi Sinyal dari Dalam Gunung Menguat

Muh. Rifai
Ilustrasi Foto: Ai
A-AA+A++

Pemeriksaan, perbaikan, dan penggantian peralatan yang terdampak juga disiapkan secara bertahap. Pelaksanaannya mempertimbangkan kondisi aktivitas gunung api, cuaca, dan keselamatan petugas.

“Keselamatan personel menjadi prioritas. Petugas baru akan diterjunkan setelah kondisi memungkinkan dan seluruh prosedur keselamatan terpenuhi,” tegas Lana.




Dengan status Level III (Siaga), masyarakat, wisatawan, nelayan, serta pelaku aktivitas pelayaran diminta tidak mendekati atau melakukan kegiatan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Potensi bahaya yang harus diwaspadai meliputi lontaran material pijar, abu vulkanik, dan kemungkinan awan panas di sekitar tubuh gunung.

Masyarakat yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker, melindungi mata, menutup sumber air bersih, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika paparan abu meningkat.

“Karena Krakatau gunung api aktif, menurunnya intensitas erupsi di permukaan bukan berarti aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau akan berhenti. Tetap waspada, patuhi radius rekomendasi, dan ikuti informasi resmi pemerintah,” terang Lana.

Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui kanal resmi Badan Geologi dan MAGMA Indonesia. ***