Mengapa Program BERANI Mulai Dibicarakan di Luar Sulteng? Anwar Hafid dan Reny Lamadjido Ikut Jadi Sorotan

Muh. Rifai
Foto: Istimewa
A-AA+A++

Anwar Hafid Mulai Ikut Dibicarakan

Perhatian terhadap BERANI kemudian ikut membawa nama Anwar Hafid ke pembicaraan yang lebih luas.

Ini menarik. Sebab seorang kepala daerah biasanya dikenal karena pembangunan fisik, investasi, atau konflik politik yang terjadi di daerahnya. Tetapi dalam kasus BERANI, perhatian justru banyak muncul dari program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Di sisi lain, peran dr. Reny Lamadjido juga tidak bisa dilepaskan.

Sebagai wakil gubernur, Reny menjadi bagian dari kepemimpinan yang menjalankan agenda pemerintahan bersama Anwar Hafid. Latar belakang dan keterlibatannya di bidang kesehatan juga membuat keberadaan Reny menjadi penting dalam pelaksanaan program BERANI Sehat.

Namun, karena Anwar Hafid merupakan gubernur sekaligus figur utama dalam pemerintahan Sulawesi Tengah, sorotan terhadap dirinya menjadi lebih besar.

Apalagi ketika program daerah mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat luar Sulteng.

Dari sini kemudian muncul pertanyaan yang lebih besar: apakah program seperti BERANI bisa menjadi contoh bagi daerah lain atau bahkan dikembangkan dalam skala nasional?

Bisa Menjadi Model Nasional?

Pertanyaan itu menarik, tetapi jawabannya tidak bisa buru-buru.

Indonesia memiliki kondisi daerah yang sangat berbeda. Kemampuan anggaran setiap provinsi tidak sama. Jumlah penduduk, tingkat kemiskinan, persoalan pendidikan, hingga fasilitas kesehatan juga berbeda.

Artinya, program yang berhasil di Sulteng belum tentu bisa langsung diterapkan dengan cara yang sama di seluruh Indonesia.

Tetapi bukan berarti tidak ada yang bisa dipelajari.

Justru yang menarik dari BERANI adalah keberaniannya menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai persoalan yang harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Jika program tersebut benar-benar mampu membantu keluarga menyekolahkan anak dan membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, maka pengalaman Sulteng layak menjadi bahan pembicaraan lebih luas.

Bukan karena siapa yang menjalankannya, tetapi karena apa yang dirasakan masyarakat setelah program itu berjalan.

Viral Bukan Ukuran Akhir

Meningkatnya perhatian terhadap Anwar Hafid juga perlu dilihat secara proporsional.

Media sosial bisa membuat sebuah program menjadi viral dalam waktu singkat. Pujian publik juga bisa datang dengan cepat. Tetapi popularitas tidak otomatis menjadi ukuran keberhasilan seorang kepala daerah.