Skrol untuk membaca pos

Insiden Maut di Depan Alfamidi Palu, Polisi Ungkap Kronologis Sebenarnya

Muh. Rifai
Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Achmad Muhaimin. Foto: Polda Sulteng
A-AA+A++

MA kemudian mengintip dari jendela setelah mendengar suara tembakan. Saat itu, ia menyadari terdapat luka pada bagian leher sebelah kanan yang diduga akibat terkena peluru nyasar.

MA kemudian dievakuasi ke RS Tingkat III Dr Shindu Trisno untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, Aipda AA juga mendapat penanganan medis setelah dibantu warga menuju RS Bhayangkara Palu.

D bersama MA dibawa ke RS Tingkat III Dr Shindu Trisno. Setelah menjalani penanganan awal, sekitar pukul 23.30 WITA D kemudian dirujuk ke RSUD Anutapura Palu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Namun, kondisi D tidak berhasil diselamatkan. Pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 02.30 WITA, D dinyatakan meninggal dunia.

Kepolisian kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan bukti serta mengetahui secara lebih lengkap rangkaian perkelahian yang terjadi.

Polda Sulawesi Tengah menyatakan proses penanganan perkara masih berlangsung. Polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mengungkap seluruh fakta dalam insiden tersebut.

Penggunaan senjata tajam dan senjata api menjadi bagian yang masih didalami penyidik. Polisi juga perlu mengungkap secara lengkap rangkaian kejadian yang menyebabkan D meninggal dunia serta MA mengalami luka yang diduga akibat peluru nyasar.

Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan Polda Sulawesi Tengah turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya D. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

“Pimpinan dan seluruh jajaran Polda Sulawesi Tengah mengucapkan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara D,” ujar Achmad.

Polda Sulteng juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Kepolisian meminta warga tetap tenang sambil menunggu proses penyelidikan berjalan.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan mempercayakan seluruh proses penanganan perkaranya kepada pihak kepolisian,” tandas Achmad.

Hingga saat ini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan seluruh fakta di balik perkelahian di depan Alfamidi Jalan Tombolututu Atas tersebut. Polisi akan mendalami bukti dan keterangan yang diperoleh dari lokasi kejadian sebagai bagian dari proses penanganan perkara. (Red)