Skrol untuk membaca pos

PCE AS Tetap 3,3 Persen, Sinyal Bahaya untuk Harga Emas?

Muh. Rifai
Emas. Foto: Ai
A-AA+A++

Area 1,1700 menjadi resistance yang perlu diperhatikan. Level tersebut berdekatan dengan retracement Fibonacci 78,2 persen dari penurunan Mei-Juni. Jika EUR/USD mampu bergerak secara konsisten di atas area tersebut, peluang menuju level 1,1790 atau sekitar puncak awal Mei dapat terbuka.

Sebaliknya, tekanan jual dapat membawa EUR/USD menuju area 1,1630 hingga 1,1615. Jika area tersebut ditembus, level 1,1570 menjadi support berikutnya sebelum pasangan mata uang ini menguji kembali area 1,1500.

Dampak terhadap Emas dan XAU/USD

Data PCE Juli memberikan sinyal campuran bagi harga emas. Di satu sisi, inflasi inti yang tetap berada di 3,3 persen dan PCE umum yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Ekspektasi tersebut berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS dan dolar, sehingga menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Penguatan DXY sebesar 0,13 persen juga dapat membatasi kenaikan XAU/USD dalam jangka pendek. Jika dolar AS kembali menguat dan imbal hasil Treasury meningkat, harga emas berpeluang mengalami koreksi karena daya tariknya relatif berkurang dibandingkan aset berbasis dolar.

Namun, dampak negatif terhadap emas cenderung terbatas karena inflasi PCE inti sesuai dengan ekspektasi pasar. Tidak adanya kejutan kenaikan yang lebih besar dapat mengurangi alasan bagi pasar untuk memperkirakan pengetatan moneter yang lebih agresif. Selain itu, peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September yang turun menjadi sekitar 38 persen menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya mengantisipasi kebijakan yang lebih ketat.

Apabila investor menilai The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan atau menurunkan suku bunga, imbal hasil obligasi dapat melemah dan emas kembali memperoleh dukungan. Emas juga dapat diuntungkan apabila ketidakpastian mengenai kebijakan The Fed, arah ekonomi AS, atau hubungan antara bank sentral dan Departemen Keuangan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.

Dengan demikian, reaksi XAU/USD kemungkinan tetap bergantung pada kombinasi pergerakan DXY, imbal hasil Treasury AS, serta pernyataan pejabat The Fed. Data PCE yang sesuai ekspektasi cenderung menghasilkan respons awal yang terbatas, tetapi inflasi yang masih jauh di atas target dapat menjaga volatilitas emas tetap tinggi.

Berita Lainnya

Jadwal Lengkap News XAU/USD Oktober 2026, Data AS Berpotensi Guncang Pergerakan XAU/USD
Gold Melemah di US$4.275, Pasar Kian Waspada Kenaikan Bunga The Fed
Emas Malah Menguat Setelah Fed Naikkan Suku Bunga
Fed Naikkan Bunga, Harga Emas Dunia Mulai Tertekan
Fed Naikkan Suku Bunga, Warsh Masih Hawkish: Apa Dampaknya ke Harga Emas?
Emas Dunia Anjlok, Pasar Bersiap Hadapi Keputusan The Fed