Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada Simposium Jackson Hole dan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh. Investor mencari petunjuk mengenai bagaimana bank sentral AS akan menjaga ekspektasi inflasi setelah kebijakan komunikasi bank sentral dinilai kurang memberikan panduan ke depan.
Strategi DBS Bank menilai pertemuan Jackson Hole menjadi ujian bagi Warsh. Bank tersebut melihat investor membutuhkan kejelasan mengenai bagaimana The Fed akan mengarahkan ekspektasi pasar, seberapa besar kenaikan imbal hasil jangka panjang yang dapat ditoleransi, serta bagaimana batas kebijakan antara bank sentral dan Departemen Keuangan AS akan diterapkan.
Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada September juga mengalami perubahan. Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan depan berada di sekitar 38 persen, turun dari sekitar 55 persen satu bulan sebelumnya.
Perubahan tersebut menggambarkan meningkatnya keraguan investor mengenai arah kebijakan The Fed. Pasar kini menunggu apakah data inflasi yang masih berada di atas target akan mendorong bank sentral mengambil kebijakan yang lebih ketat atau tetap mempertahankan pendekatan yang ada.
Kondisi dolar AS juga masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain. DXY tercatat turun sekitar 0,75 persen sepanjang Agustus dan masih berada lebih dari 2,5 persen di bawah level tertinggi pada akhir Juli.
Analis OCBC menilai dolar AS membutuhkan pernyataan yang lebih tegas dari Warsh dan pejabat The Fed lainnya mengenai komitmen mengembalikan inflasi ke target 2 persen. Pernyataan tersebut dinilai dapat memberikan dukungan terhadap mata uang AS apabila kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter semakin meningkat.
Pergerakan pasangan EUR/USD juga menjadi perhatian setelah euro berada di dekat level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Pasangan mata uang tersebut sebelumnya mencatat kenaikan sekitar 2,5 persen sepanjang Agustus.
Secara teknikal, EUR/USD masih berada dalam kecenderungan positif meskipun terjadi koreksi ringan. Pasangan ini masih bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 200 hari yang berada di sekitar 1,1630.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 70,00, sedangkan Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada jauh di atas level nol. Kondisi tersebut menunjukkan momentum bullish masih terlihat, meskipun pasangan mata uang tersebut mulai berada di area jenuh beli pada sejumlah kerangka waktu.









