Klasemen Piala Dunia 2026 Update: Brasil Tertahan, Qatar Curi Perhatian Dunia
Brasil gagal memulai langkah mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan setelah ditahan Maroko 1-1 pada laga pembuka Grup C di New York/New Jersey Stadium, Sabtu (13/6/2026). Di hari yang sama, Qatar mencatat sejarah dengan meraih poin pertama mereka di putaran final Piala Dunia setelah memaksa Swiss bermain imbang 1-1 lewat gol dramatis pada masa injury time.
Hasil tersebut menjadi sorotan utama matchday awal Piala Dunia 2026. Brasil yang datang sebagai salah satu favorit juara harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan dari Maroko, sementara Qatar berhasil mencuri perhatian dunia sepak bola berkat perjuangan hingga menit terakhir.
Maroko lebih dulu membuat kejutan saat pertandingan baru berjalan 21 menit. Berawal dari umpan terobosan akurat Brahim Diaz yang membelah lini belakang Brasil, Ismael Saibari melakukan pergerakan cerdas sebelum mengangkat bola melewati Alisson Becker yang keluar dari sarangnya.
Gol itu membuat Maroko semakin percaya diri menghadapi juara dunia lima kali tersebut. Namun, kualitas individu pemain Brasil kembali menjadi pembeda.
Pada menit ke-32, Vinicius Junior menunjukkan kelasnya. Menerima umpan Bruno Guimaraes di sisi kiri kotak penalti, bintang Real Madrid itu menggiring bola ke tengah sebelum melepaskan tembakan keras kaki kanan yang meluncur deras ke gawang Yassine Bounou.
Gol tersebut sekaligus menjaga harapan Brasil untuk meraih poin pada laga pembuka mereka di Grup C.
Memasuki babak kedua, kedua tim terus saling menyerang. Brasil nyaris berbalik unggul melalui Lucas Paqueta dan Raphinha, tetapi Bounou tampil luar biasa di bawah mistar gawang Maroko.
Di sisi lain, Alisson juga menjadi penyelamat Selecao. Pada masa tambahan waktu, penjaga gawang Liverpool itu melakukan dua penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Neil El Aynaoui dan Ayoube Amaimouni.
Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir. Hasil ini membuat persaingan Grup C masih terbuka lebar, terlebih Skotlandia sukses mengamankan tiga poin setelah mengalahkan Haiti 1-0 pada pertandingan lainnya.
Bagi Vinicius Junior, laga ini menghadirkan catatan unik. Untuk pertama kalinya ia mencetak gol bagi Brasil tanpa diikuti kemenangan. Dalam delapan pertandingan sebelumnya saat Vinicius mencatatkan nama di papan skor, Brasil selalu berhasil meraih tiga poin.
Sementara itu, drama yang lebih besar terjadi di San Francisco Bay Area Stadium saat Qatar menghadapi Swiss.
Swiss sebenarnya tampil dominan sejak menit awal. Mereka berhasil unggul pada menit ke-17 melalui eksekusi penalti Breel Embolo setelah Mahmoud Abunada melanggar Remo Freuler di kotak terlarang.
Setelah unggul, Swiss terus mengendalikan jalannya pertandingan. Dan Ndoye beberapa kali mengancam pertahanan Qatar dan hampir mencetak lebih dari satu gol pada babak pertama. Michel Aebischer juga nyaris menambah keunggulan, tetapi sepakannya berhasil disapu tepat di garis gawang.
Meski tertekan, Qatar tidak menyerah. Tim yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 itu terus mencoba memanfaatkan celah yang diberikan lini pertahanan Swiss.
Saat pertandingan memasuki injury time dan kekalahan sudah di depan mata, Qatar akhirnya menemukan momen bersejarah.
Pada menit keempat masa tambahan waktu, Homam Ahmed mengirimkan umpan silang ke tiang jauh. Boualem Khoukhi yang tidak terkawal berhasil menyambut bola dengan sundulan keras yang gagal dijangkau Gregor Kobel.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus memastikan Qatar meraih poin pertama dalam sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia FIFA.
Bagi Swiss, hasil ini terasa seperti kehilangan kemenangan. Mereka tampil dominan dan menghasilkan 25 percobaan tembakan sepanjang pertandingan, tetapi gagal mengunci tiga poin hingga peluit panjang dibunyikan.
Meski demikian, Swiss tetap mempertahankan rekor positif dengan tidak terkalahkan dalam tujuh laga pembuka terakhir mereka di ajang Piala Dunia.
Hasil-hasil pada matchday pertama menunjukkan bahwa persaingan di Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung ketat. Tim-tim unggulan tidak lagi mudah meraih kemenangan, sementara negara-negara yang sebelumnya dianggap underdog mampu memberikan perlawanan bahkan mencuri poin penting.
Klasemen Sementara Grup A
- Meksiko, 3 poin
- Republik Korea, 3 poin
- Ceko, 0 poin
- Afrika Selatan, 0 poin
Klasemen Sementara Grup B
- Swiss, 1 poin
- Kanada, 1 poin
- Qatar, 1 poin
- Bosnia dan Herzegovina, 1 poin
Klasemen Sementara Grup C
- Skotlandia, 3 poin
- Maroko, 1 poin
- Brasil, 1 poin
- Haiti, 0 poin
Klasemen Sementara Grup D
- Amerika Serikat, 3 poin
- Turki, 0 poin
- Australia, 0 poin
- Paraguay, 0 poin
Klasemen Sementara Grup E
- Jerman, 0 poin
- Curaçao, 0 poin
- Pantai Gading, 0 poin
- Ekuador, 0 poin
Klasemen Sementara Grup F
- Belanda, 0 poin
- Jepang, 0 poin
- Swedia, 0 poin
- Tunisia, 0 poin
Klasemen Sementara Grup G
- Belgia, 0 poin
- Mesir, 0 poin
- Iran, 0 poin
- Selandia Baru, 0 poin
Klasemen Sementara Grup H
- Spanyol, 0 poin
- Tanjung Verde, 0 poin
- Arab Saudi, 0 poin
- Uruguay, 0 poin
Klasemen Sementara Grup I
- Prancis, 0 poin
- Senegal, 0 poin
- Irak, 0 poin
- Norwegia, 0 poin
Klasemen Sementara Grup J
- Argentina, 0 poin
- Aljazair, 0 poin
- Austria, 0 poin
- Yordania, 0 poin
Klasemen Sementara Grup K
- Portugal, 0 poin
- RD Kongo, 0 poin
- Uzbekistan, 0 poin
- Kolombia, 0 poin
Klasemen Sementara Grup L
- Inggris, 0 poin
- Kroasia, 0 poin
- Ghana, 0 poin
- Panama, 0 poin


