Sulit menjelaskan bagaimana sebuah negara kecil dengan populasi kurang dari empat juta jiwa bisa terus bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. Namun Kroasia sudah membuktikannya berulang kali. Mereka bukan hanya penggembira di Piala Dunia. Dalam dua dekade terakhir, negara Balkan itu menjelma menjadi simbol ketangguhan, keberanian, dan konsistensi yang jarang dimiliki tim nasional lain.
Mengutip laman FIFA, Kroasia kembali memastikan diri tampil di Piala Dunia FIFA 2026. Dan seperti biasanya, mereka datang tanpa banyak gembar-gembor, tetapi selalu membawa ancaman nyata bagi siapa pun lawannya.
Kisah Kroasia di panggung dunia sebenarnya dimulai dalam suasana yang tidak mudah. Setelah Yugoslavia pecah dan perang Balkan meninggalkan luka mendalam pada awal 1990-an, Kroasia hadir sebagai negara baru yang sedang mencari identitas. Sepak bola kemudian menjadi salah satu cara mereka memperkenalkan diri kepada dunia.
Ketika tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia 1998 di Prancis, tak banyak yang memperhitungkan mereka. Namun justru di situlah Kroasia mulai menulis sejarah besar. Dipimpin generasi emas seperti Davor Suker, Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, dan Slaven Bilic, Kroasia melangkah tanpa rasa takut.
Mereka mengalahkan Jerman 3-0 di perempat final, hasil yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen. Kroasia bahkan sempat unggul lebih dulu atas tuan rumah Prancis di semifinal lewat gol Suker sebelum akhirnya kalah 1-2 karena dua gol Lilian Thuram — satu-satunya dua gol Thuram sepanjang karier internasionalnya.
Meski gagal ke final, Kroasia pulang dengan medali perunggu. Bagi negara yang baru merdeka beberapa tahun sebelumnya, pencapaian itu terasa jauh lebih besar daripada sekadar posisi ketiga.
Davor Suker kemudian menjadi simbol era tersebut. Enam golnya di Prancis membuat ia meraih Golden Boot dan namanya terus dikenang sebagai salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Kroasia.
Namun perjalanan Kroasia setelah 1998 tidak selalu mulus. Mereka sempat gagal lolos dari fase grup pada 2002 dan 2006, bahkan absen dari Piala Dunia 2010. Banyak yang mengira kejayaan Kroasia sudah lewat.









