Skrol untuk membaca pos

Brasil Vs Maroko di Piala Dunia 2026: Prediksi dan Dampak Absennya Neymar

Muh. Rifai
Ilustrasi Foto: Istimewa
A-AA+A++

Wesley masih dibekap cedera sehingga Danilo kemungkinan akan dimainkan sebagai bek kanan darurat. Selain itu, Rodrygo, Estevao, dan Eder Militao juga belum dapat memperkuat tim karena masih menjalani pemulihan.

Meski demikian, kualitas skuad Brasil tetap membuat mereka menjadi favorit dalam pertandingan ini.

Alisson Becker diperkirakan menjaga gawang. Lini belakang akan dihuni Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, dan Alex Sandro. Di sektor tengah, Casemiro akan berduet dengan Bruno Guimaraes, sementara Lucas Paqueta bertugas mengatur ritme serangan di belakang Igor Thiago.

Raphinha dan Vinicius Junior akan mengisi kedua sisi sayap untuk memberikan ancaman dari kecepatan serta kemampuan individu mereka.

Di kubu lawan, Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi. Atlas Lions masih membawa reputasi sebagai tim Afrika pertama yang berhasil menembus semifinal Piala Dunia setelah mencatat sejarah pada edisi 2022 di Qatar.

Kini Maroko ditangani Mohamed Ouahbi, pelatih yang sukses membawa tim U-20 Maroko meraih gelar juara dunia pada 2025. Filosofi permainan yang dibawanya masih mempertahankan identitas utama Maroko, yakni pertahanan disiplin dan serangan balik cepat.

Meski tampil menjanjikan, Maroko juga tidak luput dari masalah cedera.

Bek tengah andalan Nayef Aguerd dipastikan absen akibat cedera selangkangan. Sementara winger cepat Abde Ezzalzouli harus melewatkan fase grup karena cedera lutut.

Kondisi Noussair Mazraoui juga masih menjadi tanda tanya. Bek Bayern Munchen itu mengalami cedera bahu dan baru akan menjalani pemeriksaan terakhir menjelang pertandingan.

Jika Mazraoui tidak bisa bermain, posisi bek kanan kemungkinan akan ditempati Youssef Belammari.

Di lini depan, Maroko tetap memiliki sejumlah pemain yang patut diwaspadai. Achraf Hakimi akan menjadi senjata utama melalui kecepatan dan kemampuan menyerangnya dari sisi kanan.

Selain Hakimi, Brahim Diaz juga menjadi ancaman serius. Gelandang serang tersebut tampil produktif dengan torehan 14 gol dari 26 pertandingan bersama tim nasional Maroko.

Sementara itu, Sofyan Amrabat akan memainkan peran penting sebagai penyeimbang permainan sekaligus pemutus aliran serangan Brasil.

Secara statistik, Brasil masih memiliki catatan yang lebih baik. Dalam sejarah Piala Dunia, kedua tim baru sekali bertemu, yakni pada edisi 1998. Saat itu Brasil berhasil menang dengan skor 3-0.