Konsep EREV dianggap sebagai solusi menarik karena mampu memberikan pengalaman berkendara listrik tanpa kekhawatiran kehabisan daya saat melakukan perjalanan jauh. Bagi penggemar aktivitas luar ruang yang sering menjelajah area terpencil, sistem seperti ini bisa menjadi nilai jual yang kuat.
Masuk ke bagian interior, Hyundai tampaknya tidak ingin hanya mengandalkan teknologi digital. Meski tersedia empat layar di dalam kabin, pabrikan tetap mempertahankan banyak tombol fisik. Keputusan ini cukup masuk akal karena tombol fisik lebih mudah digunakan saat kendaraan melintasi jalur berbatu atau medan bergelombang.
Kabin Boulder juga dirancang untuk mendukung gaya hidup petualang. Terdapat grab bar yang memudahkan penumpang saat menghadapi medan berat, meja lipat untuk kebutuhan beristirahat di alam terbuka, serta kaca belakang yang dapat diturunkan untuk membawa barang panjang seperti papan selancar atau perlengkapan camping.
Fitur lain yang mencuri perhatian adalah pintu model coach-style yang membuka ke arah belakang. Selain memberikan tampilan unik, desain ini juga mempermudah akses keluar masuk kendaraan dan memudahkan proses memuat perlengkapan berukuran besar.
Lalu bagaimana jika dibandingkan dengan SUV ladder-frame yang saat ini populer di Indonesia seperti Toyota Fortuner, Ford Everest, Mitsubishi Pajero Sport, atau Isuzu MU-X?
Secara teknis, Boulder memang berada di kelas yang sama karena sama-sama menggunakan konstruksi ladder-frame. Namun karakter yang ditawarkan jauh berbeda. Fortuner, Everest, Pajero Sport, dan MU-X pada dasarnya adalah SUV keluarga yang memiliki kemampuan off-road. Sementara Boulder justru terlihat sebagai SUV off-road murni yang tetap bisa digunakan bersama keluarga.
Bahkan jika melihat spesifikasi konsepnya, Boulder lebih dekat dengan Ford Bronco atau Toyota Land Cruiser dibandingkan Fortuner maupun Pajero Sport. Penggunaan ban 37 inci, diferensial pengunci depan dan belakang, serta sistem low-range menunjukkan fokus yang sangat serius terhadap kemampuan jelajah medan berat.
Bila suatu hari Hyundai benar-benar memproduksi Boulder dan membawanya ke Indonesia, posisinya kemungkinan akan berada di atas Fortuner dan Everest dari sisi harga maupun kemampuan. Apalagi jika kendaraan ini masuk dalam kondisi impor utuh atau CBU. Harganya berpotensi menembus angka lebih dari Rp1 miliar, tergantung spesifikasi dan kebijakan pajak yang berlaku saat itu.




