Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid juga kembali menggaungkan Gerakan BAKU SAYANG atau Bersama Al-Qur’an Sulteng Aman, Jaya, dan Menang. Gerakan ini dirancang sebagai upaya membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti meluangkan waktu membaca satu lembar Al-Qur’an setiap hari dapat memberikan dampak besar bagi pembentukan karakter individu maupun kehidupan sosial masyarakat.
“Tidak ada ruginya membaca Al-Qur’an setiap hari minimal satu lembar. Dengan membacanya kita memperoleh petunjuk hidup, memperkuat fondasi moral, dan mengundang keberkahan Allah,” ujarnya.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari pengaruh teknologi digital hingga perubahan pola kehidupan generasi muda, Anwar Hafid menilai penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi salah satu fondasi yang perlu terus dijaga. Karena itu, MTQ dinilai memiliki peran strategis sebagai sarana dakwah sekaligus pembinaan generasi muda.
Ia berharap pelaksanaan MTQ di Kabupaten Sigi tidak hanya menghasilkan qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi yang memiliki akhlak baik, kepedulian sosial, dan komitmen menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Anwar Hafid juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sigi yang telah mempersiapkan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi tersebut. Menurutnya, kesiapan daerah tuan rumah menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan agenda keagamaan yang diikuti peserta dari seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Kepada dewan hakim, ia berpesan agar menjalankan amanah secara profesional, objektif, dan penuh integritas. Penilaian yang adil, kata dia, akan menghasilkan peserta terbaik yang layak mewakili Sulawesi Tengah pada MTQ tingkat nasional.
Pembukaan MTQ Ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah ditandai dengan pemukulan beduk dan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Anwar Hafid. Prosesi tersebut menandai dimulainya seluruh rangkaian perlombaan yang akan berlangsung di Kabupaten Sigi.
Lebih dari sekadar seremoni pembukaan, pesan yang dibawa dalam MTQ tahun ini mengarah pada satu tujuan besar, yakni menjadikan Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah. (Red)









