Fajar mengaku sudah cukup mengenal karakter permainan pasangan Malaysia tersebut. Ia pernah beberapa kali bertemu mereka, baik saat masih berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto maupun kini bersama Fikri.
“Besok di perempatfinal akan bertemu Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia), saya sudah sering bertemu mereka, baik saat pasangan Rian atau dengan Fikri. Mereka pemain yang berpengalaman, mereka tidak banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Fajar.
Ia menambahkan bahwa tim pelatih akan melakukan evaluasi dan analisis pertandingan calon lawan sebelum laga perempat final berlangsung.
“Kami akan mempelajari lagi setiap permainan mereka bersama pelatih dan video analis,” tambahnya.
Sementara itu, Fikri menegaskan tekanan di turnamen level tinggi seperti Singapore Open selalu ada. Namun ia mencoba mengubah tekanan tersebut menjadi motivasi untuk tampil lebih baik di pertandingan berikutnya.
“Tekanan selalu ada buat kami tapi kami harus mengubah mindset-nya dengan menjadikan ini motivasi jadi besok harus lebih siap lagi, lawan siapapun hadapi saja,” tutur Fikri.
Hasil ini sekaligus menjaga peluang Indonesia untuk meraih gelar di Singapore Open 2026. Fajar/Fikri diharapkan mampu melanjutkan tren positif mereka setelah tampil solid sejak awal turnamen.
Dengan performa yang semakin kompak dan pola permainan yang mulai menyatu, pasangan ini menjadi salah satu andalan Indonesia di sektor ganda putra. Konsistensi permainan dan kesiapan mental akan menjadi faktor penting saat menghadapi laga berat di babak perempat final nanti. (Red)







