Skrol untuk membaca pos

Ube Naik Daun, Sekadar Estetik atau Tren Baru?

Muh. Rifai
Bubuk Ube. Foto: Istimewa
A-AA+A++

Di sisi lain, produksi ube tidak bisa ditingkatkan secara instan. Budidayanya membutuhkan waktu, sementara kualitas warna dan rasa sangat dipengaruhi oleh kondisi panen serta proses pengolahan. Kalau tren ini terus naik, isu supply kemungkinan akan jadi tantangan utama industri.

Meski begitu, mengatakan ube akan menggantikan matcha rasanya masih terlalu cepat. Matcha punya posisi yang jauh lebih kuat dan matang di pasar global. Ia bukan hanya populer karena rasa, tetapi juga karena citra lifestyle yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun.

Banyak orang minum matcha bukan sekadar ikut tren, melainkan karena menganggapnya bagian dari rutinitas harian. Matcha berhasil masuk ke area wellness, kesehatan, dan produktivitas. Ada persepsi bahwa matcha lebih “clean”, lebih sehat, dan memberi energi yang lebih stabil dibanding kopi.

Sementara itu, ube saat ini masih lebih dekat dengan kategori eksplorasi rasa dan visual. Orang tertarik mencoba karena tampilannya menarik dan terasa baru. Itu bukan hal buruk, tetapi karakter konsumennya berbeda dengan matcha yang sudah punya loyalitas cukup kuat.

Menariknya, sekarang mulai muncul perpaduan antara dua tren ini. Beberapa kafe menghadirkan menu seperti ube matcha latte atau dessert yang menggabungkan earthy taste dari matcha dengan rasa manis khas ube. Ini menunjukkan bahwa pasar belum melihat keduanya sebagai pesaing langsung, melainkan dua identitas rasa yang bisa berjalan bersamaan.

Kalau melihat pola tren makanan dan minuman beberapa tahun terakhir, banyak produk viral sebenarnya cepat naik lalu perlahan hilang. Dalgona coffee, rainbow cake, charcoal latte, hingga berbagai minuman warna-warni sempat mendominasi media sosial sebelum akhirnya mereda.

Namun ube terasa sedikit berbeda karena punya akar budaya yang kuat. Ia bukan sekadar gimmick warna. Ada sejarah kuliner, identitas regional, dan fleksibilitas produk yang membuatnya punya peluang bertahan lebih lama dibanding tren visual biasa.

Selain itu, konsumen global saat ini memang sedang tertarik pada bahan makanan autentik yang punya cerita budaya jelas. Fenomena ini juga terlihat pada meningkatnya minat terhadap makanan Korea, Thailand, hingga Filipina dalam beberapa tahun terakhir.

Berita Lainnya

Es Krim Baru Aice Usung Sensasi Korean Krispy Pop