Peta persaingan Piala Dunia U-17 2026 mulai terbentuk. Hasil undian yang digelar FIFA di Zurich, Swiss, Kamis 21 Mei 2026, langsung menghadirkan sederet pertandingan yang diprediksi menyedot perhatian sejak fase grup.
Turnamen kelompok usia terbesar di dunia itu akan berlangsung di Qatar pada 19 November hingga 13 Desember 2026 dengan format 48 negara peserta. Untuk kali kedua secara beruntun, Qatar dipercaya menjadi tuan rumah setelah penyelenggaraan edisi sebelumnya dinilai sukses menghadirkan atmosfer sepak bola muda yang meriah.
Dari hasil undian, beberapa grup langsung memunculkan aroma persaingan ketat. Salah satu yang paling mencuri perhatian datang dari Grup H. Spanyol dan Maroko kembali berada dalam satu grup, menghadirkan duel dua negara yang dalam beberapa tahun terakhir rutin bersaing di level internasional.
Spanyol datang dengan reputasi sebagai salah satu akademi terbaik dunia. Sementara Maroko terus menunjukkan perkembangan pesat dalam pembinaan pemain muda setelah keberhasilan sepak bola mereka di berbagai level usia.
Tak kalah menarik, Grup D juga diprediksi menjadi panggung pertarungan sengit. Prancis akan menghadapi Uruguay, dua negara yang dikenal punya tradisi kuat melahirkan pemain berbakat. Di kelompok yang sama ada Arab Saudi dan Haiti yang berpotensi menjadi kuda hitam.
Sementara itu, Jepang harus bersiap menghadapi tantangan berat di Grup L bersama Kolombia, Serbia dan Honduras. Pertemuan Jepang melawan Kolombia diperkirakan menjadi salah satu laga dengan intensitas tinggi karena kedua tim dikenal bermain cepat dan agresif di level usia muda.
Brasil yang selalu menjadi favorit di setiap turnamen usia muda tergabung di Grup I bersama Republik Irlandia, Tanzania dan Kosta Rika. Di atas kertas, Brasil masih lebih diunggulkan, namun kejutan tetap mungkin terjadi mengingat format baru membuat persaingan semakin terbuka.
Argentina juga mendapat grup yang cukup menantang. Tim muda Albiceleste akan menghadapi Australia, Denmark dan satu wakil Afrika yang masih menunggu hasil play-off CAF.
Qatar sebagai tuan rumah berada di Grup A bersama Panama, Mesir dan Yunani. Bermain di depan publik sendiri menjadi keuntungan besar bagi Qatar yang ingin kembali tampil kompetitif di level internasional.









