Selain sektor layanan medis, rombongan Pemprov Sulawesi Tengah juga membuka komunikasi terkait peluang investasi industri kesehatan dan farmasi. Pemerintah daerah melihat sektor tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Langkah penjajakan kerja sama itu dinilai penting karena Sulawesi Tengah memiliki posisi strategis di kawasan Indonesia bagian tengah. Pemerintah berharap peluang investasi di bidang kesehatan tidak hanya memperkuat fasilitas medis, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pengembangan industri kesehatan juga dianggap dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan obat-obatan dari luar daerah. Dengan adanya kerja sama dan investasi, Sulawesi Tengah diharapkan mampu membangun rantai distribusi dan produksi kesehatan yang lebih mandiri di masa mendatang.
Anwar Hafid mengatakan hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan kajian bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah lanjutan dalam pengembangan sektor kesehatan. Ia berharap berbagai pengalaman dan teknologi yang dipelajari di Hainan dapat diadaptasi sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menargetkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat berjalan seiring dengan penguatan sumber daya manusia dan fasilitas medis. Upaya itu dinilai menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit daerah.
Kunjungan ke HIMC sekaligus memperlihatkan arah kebijakan Pemprov Sulawesi Tengah yang mulai membuka jejaring internasional dalam pembangunan sektor kesehatan. Pemerintah berharap langkah tersebut tidak berhenti pada studi banding semata, tetapi berlanjut menjadi kerja sama konkret yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. ***




