Skrol untuk membaca pos

WHO Tetapkan Wabah Ebola Bundibugyo Jadi Darurat Global

Muh. Rifai
A-AA+A++

Kondisi semakin mengkhawatirkan setelah setidaknya empat tenaga kesehatan dilaporkan meninggal dunia dengan gejala yang mengarah pada demam berdarah virus. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai penularan di fasilitas kesehatan serta lemahnya langkah pencegahan dan pengendalian infeksi.

WHO menilai saat ini masih terdapat ketidakpastian besar terkait jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi maupun penyebaran geografis wabah tersebut. Hubungan epidemiologis antar kasus juga masih belum sepenuhnya dipahami.

Meski demikian, WHO mencatat tingkat positif sampel awal sangat tinggi. Dari 13 sampel yang dikumpulkan dari berbagai wilayah, delapan di antaranya terkonfirmasi positif virus Bundibugyo. Selain itu, tren peningkatan laporan kasus sindromik dan kelompok kematian di berbagai wilayah Ituri mengindikasikan wabah kemungkinan jauh lebih besar dibanding data yang sudah terdeteksi.

WHO menyebut kondisi keamanan yang tidak stabil, krisis kemanusiaan berkepanjangan, tingginya mobilitas penduduk, serta keberadaan fasilitas kesehatan informal menjadi faktor yang memperbesar risiko penyebaran penyakit. Situasi ini mengingatkan pada epidemi Ebola besar di Provinsi Kivu Utara dan Ituri pada 2018 hingga 2019.

Namun berbeda dengan strain Ebola-Zaire, hingga kini belum tersedia vaksin maupun terapi khusus yang disetujui untuk virus Bundibugyo. Karena itu WHO menilai kejadian ini bersifat luar biasa dan membutuhkan perhatian global.

WHO juga menegaskan bahwa wabah ini telah memenuhi syarat sebagai ancaman internasional karena sudah terjadi penyebaran lintas negara. Dua kasus di Kampala menjadi bukti nyata penularan internasional dari Republik Demokratik Kongo menuju Uganda.

Negara-negara yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Kongo dinilai berada pada tingkat risiko tinggi akibat mobilitas masyarakat dan aktivitas perdagangan lintas perbatasan yang masih aktif.

WHO menilai situasi tersebut membutuhkan koordinasi internasional untuk memperkuat pengawasan, pencegahan, pengendalian wabah, hingga dukungan logistik dan operasional di negara terdampak.

Direktur Jenderal WHO dijadwalkan segera membentuk Komite Darurat untuk memberikan rekomendasi sementara kepada seluruh negara anggota terkait penanganan wabah virus Bundibugyo.

Dalam rekomendasinya, WHO meminta Republik Demokratik Kongo dan Uganda segera mengaktifkan mekanisme darurat nasional dan membentuk pusat operasi darurat di bawah koordinasi kepala negara masing-masing.