Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat terus menjadi perhatian. Kementerian Kesehatan mencatat 113.336 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla hingga 9 September 2026.
Kasus tersebut tersebar di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau dan Sumatera Selatan.
Dari jumlah tersebut, 26.545 kasus terjadi pada anak usia 0–5 tahun. Sementara 86.791 kasus lainnya terjadi pada kelompok usia di atas lima tahun.
Pada 9 September saja, tercatat tambahan 4.080 kasus ISPA.
Bukan Hanya ISPA
Paparan asap karhutla tidak hanya berkaitan dengan ISPA.
Kemenkes juga memantau gangguan kesehatan lain seperti pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit pada masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Kondisi ini membuat kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.
Paparan asap dalam waktu lama juga dapat membuat kualitas udara memburuk dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Karhutla Masih Perlu Diwaspadai
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengingatkan bahwa September 2026 masih menjadi periode kritis untuk kebakaran hutan dan lahan.
Cuaca kering, pengaruh El Niño dan tingginya jumlah titik panas menjadi sejumlah faktor yang perlu diwaspadai.
Kementerian Kehutanan juga masih melakukan pengendalian karhutla di sejumlah provinsi prioritas.
Data 8 September menunjukkan terdapat 397 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional. Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan 386 hotspot sehari sebelumnya.
Masyarakat Perlu Waspada
Dengan jumlah kasus ISPA yang sudah mencapai lebih dari 113 ribu, masyarakat di wilayah terdampak perlu memperhatikan kondisi udara dan mengurangi paparan asap jika memungkinkan.
Kelompok rentan perlu mendapat perhatian khusus, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Masyarakat juga perlu memperhatikan gejala gangguan pernapasan. Jika keluhan semakin berat atau muncul tanda bahaya, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan menjadi langkah yang penting.
Besarnya jumlah kasus ISPA menunjukkan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Dampaknya sudah menyentuh langsung kesehatan masyarakat. ***


