Gelombang Capai 2,5 Meter Ancam Perairan Sulawesi Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al Jufri Palu mengeluarkan informasi prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah perairan Sulawesi Tengah pada periode 17 hingga 20 Mei 2026. Masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat memengaruhi aktivitas di laut.
Dalam informasi yang dirilis BMKG, melalui akun Instagram resminya, Sabtu, 16 Mei 2026, kondisi cuaca di wilayah perairan Sulawesi Tengah umumnya berawan dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi pada siang hingga malam hari. Sementara itu, arah angin bergerak dari timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 25 knot.
BMKG menyebutkan kecepatan angin maksimum diperkirakan terjadi di wilayah Perairan Donggala-Palu, Perairan Buol, dan Perairan Tolitoli. Kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Tengah.
“Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Donggala-Palu, Perairan Tolitoli, dan Perairan Buol,” demikian keterangan yang disampaikan dalam rilis resmi BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al Jufri Palu.
BMKG juga mengingatkan adanya risiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal berukuran kecil. Nelayan tradisional dan operator kapal tongkang diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut atau melakukan pelayaran antarpulau.
Dalam imbauannya, BMKG menjelaskan bahwa perahu nelayan berisiko terdampak apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara kapal tongkang dinilai berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang hingga 1,5 meter.
Kondisi cuaca ekstrem di laut dapat memengaruhi aktivitas masyarakat pesisir, distribusi logistik antardaerah, hingga transportasi laut yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, BMKG meminta seluruh pengguna jasa transportasi laut untuk terus memantau perkembangan cuaca dan informasi resmi yang dikeluarkan instansi terkait.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang pasang dan cuaca buruk yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Nelayan juga diimbau tidak memaksakan aktivitas melaut apabila kondisi cuaca memburuk demi menghindari risiko kecelakaan laut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan koordinasi dalam menyebarluaskan informasi cuaca kepada masyarakat, terutama di wilayah yang masuk kategori rawan terdampak gelombang tinggi. Langkah antisipasi dinilai penting agar aktivitas pelayaran dan perikanan tetap berjalan dengan aman.
BMKG secara rutin memperbarui informasi cuaca maritim untuk membantu masyarakat dan pelaku pelayaran dalam mengambil keputusan. Informasi tersebut dapat diakses melalui kanal resmi BMKG maupun melalui pos pengamatan cuaca di daerah masing-masing.
Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan memperhatikan perkembangan cuaca selama periode 17 hingga 20 Mei 2026, khususnya bagi yang beraktivitas di wilayah perairan Sulawesi Tengah. (Rfi)
