Sulbar Sambut Ide Festival Budaya Tahunan dari DPRD Sulteng
Pertemuan Komisi IV DPRD Sulteng dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berlangsung kemarin dan membahas penguatan kerja sama antara Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.
Salah satu usulan yang mencuat adalah rencana menggelar festival budaya se-Sulawesi sebagai upaya mempererat hubungan sekaligus mendorong pariwisata.
Kegiatan ini diterima langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi terbuka.
Gubernur mengatakan, bahwa Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah memiliki banyak kesamaan, baik dari sisi budaya maupun kondisi alam. Ia menilai kedekatan tersebut menjadi dasar kuat untuk terus menjalin kerja sama yang lebih baik ke depan.
“Hubungan selama ini sudah baik, ke depan tentu kita ingin lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh Komisi IV DPRD Sulteng yang dipimpin Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, bersama anggota lainnya seperti Dr. Nyoman Slamet, Aristan, Rahmawati M. Nur, Maryam Tamoreka, Awaludin, dan Baharudin Safi’i.
Dalam diskusi, Dr. Nyoman Slamet mengusulkan agar kedua provinsi mulai menyusun program bersama di bidang pariwisata dan budaya. Ia menyebut festival budaya se-Sulawesi bisa menjadi langkah awal yang menarik.
“Festival budaya ini bisa digelar bergilir setiap tahun. Selain menarik wisatawan, juga jadi cara menjaga budaya kita tetap hidup,” kata Nyoman.
Usulan tersebut mendapat tanggapan positif dari Pemerintah Sulawesi Barat. Pihak pemerintah menyatakan ide ini sejalan dengan upaya mengembangkan potensi daerah, khususnya di sektor pariwisata berbasis budaya.
Rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah lain di Sulawesi untuk melihat kemungkinan pelaksanaannya. Jika terealisasi, festival ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Pertemuan ini juga menjadi ajang memperkuat komunikasi antar daerah, agar program pembangunan bisa berjalan lebih selaras dan saling mendukung. ***
