Menurut Nursalam, BPJS Ketenagakerjaan memiliki sejumlah program yang dapat memberikan perlindungan menyeluruh, mulai dari jaminan kecelakaan kerja hingga jaminan kematian. Program-program tersebut dinilai relevan untuk diterapkan kepada para atlet yang memiliki risiko tinggi selama menjalani aktivitas olahraga.
“BPJS Ketenagakerjaan siap memberikan dukungan penuh terhadap perlindungan atlet, termasuk melalui skema jaminan kecelakaan kerja yang dapat memberikan rasa aman bagi para atlet,” jelasnya.
Selain itu, Kepala Bidang Kepesertaan Agus Triyana turut menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan kajian teknis terkait mekanisme kepesertaan atlet dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa implementasi program dapat berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku serta kebutuhan para atlet di daerah.
Sementara itu, Account Representative Khusus Wuri Romaria Olivia Parhusip menambahkan bahwa koordinasi lanjutan akan segera dilakukan guna merumuskan bentuk kerja sama yang paling efektif. Ia menyebutkan, komunikasi antara kedua pihak akan terus diperkuat agar rencana ini dapat segera direalisasikan.
Pertemuan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia olahraga dan sektor perlindungan sosial. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan para atlet Sulawesi Tengah tidak hanya mendapatkan pembinaan yang optimal, tetapi juga perlindungan yang memadai dalam menjalankan profesinya sebagai atlet.
Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor, termasuk atlet yang selama ini kerap menghadapi risiko tinggi dalam menjalankan aktivitasnya. Perlindungan jaminan sosial menjadi salah satu faktor yang dapat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan motivasi atlet dalam berprestasi.
Ke depan, kerja sama antara KONI Sulawesi Tengah dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat segera difinalisasi dan diimplementasikan secara konkret. Dengan demikian, para atlet yang tengah dipersiapkan untuk menghadapi PON XXII tahun 2028 dapat menjalani latihan dan kompetisi dengan dukungan perlindungan yang memadai.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memberikan perhatian terhadap aspek perlindungan sosial bagi atlet. Dengan dukungan yang komprehensif, diharapkan prestasi olahraga Sulawesi Tengah dapat terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional. ***




