SD Negeri 4 Banawa menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif dengan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Kepala SDN 4 Banawa, Nikmat, menegaskan bahwa sekolahnya tidak pernah menolak calon siswa atas dasar kondisi fisik maupun kesehatan.

“Di sekolah kami tidak ada istilah dibeda-bedakan. Siapa pun anaknya, jika ingin bersekolah, tetap kami terima selama kuota masih memungkinkan,” ujar Nikmat saat ditemui di sekolahnya, Selasa (15/10).

Ia menilai prinsip tersebut bukan sekadar kebijakan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan semua anak memperoleh haknya dalam pendidikan. Di sekolah itu, bahkan ada siswa dengan kondisi kesehatan khusus di mana lambungnya harus disambungkan ke saluran pembuangan. Anak tersebut tetap diterima bersekolah dan menjalani kegiatan belajar dengan pendampingan orang tuanya.

“Kami kasihan jika anak-anak seperti itu ditolak. Ibunya juga sangat perhatian, sering datang ke sekolah untuk memastikan anaknya tidak ditinggal sendirian. Jadi selama ini selalu didampingi,” jelas Nikmat.

Seluruh guru di SDN 4 Banawa turut mendukung langkah tersebut dengan menciptakan suasana belajar yang ramah dan nyaman bagi semua peserta didik. Nikmat berharap kebijakan inklusif yang diterapkan di sekolahnya dapat menginspirasi satuan pendidikan lain di Kabupaten Donggala untuk lebih terbuka terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus.

“Pendidikan itu hak semua anak. Tugas kami memastikan tidak ada yang tertinggal,” tegasnya. ***