Reinhard Vester Tamma Serap Aspirasi Warga Jalan Sulawesi
Anggota DPRD Kota Palu, Reinhard Vester Tamma, menggelar kegiatan reses di Jalan Sulawesi, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur pada Kamis, 17 April 2025.
Kegiatan ini merupakan titik keempat dari rangkaian agenda reses yang dilaksanakannya selama masa sidang berjalan.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan yang mereka harapkan bisa diperjuangkan oleh wakil mereka di DPRD.
Sejumlah permintaan yang disampaikan antara lain bantuan untuk usaha gorengan, perbaikan lorong dengan paving block, pembangunan saluran air, serta perbaikan dan prioritas pada sistem drainase di Jalan Sulawesi.
Selain itu, warga juga mengusulkan penyediaan tempat sampah permanen di lingkungan mereka. Salah satu warga mengeluhkan kondisi sampah yang kerap berserakan karena tidak adanya tempat pembuangan sementara yang memadai.
“Kalau memang bisa, kami harap disediakan tempat sampah supaya saat mobil angkut sampah datang, tidak tercecer ke mana-mana. Kadang anjing datang bongkar sampah, akhirnya kotor lagi, apalagi kalau musim hujan,” ucap salah satu warga dalam sesi penyampaian aspirasi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Reinhard Vester Tamma menyampaikan terima kasih atas partisipasi warga dalam kegiatan reses. Ia menyatakan komitmennya untuk membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah kota.
“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kita bisa berkumpul sore ini dalam kegiatan reses. Kegiatan ini memang bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat,” ujar Reinhard dalam sambutannya.
Politisi Partai Perindo itu juga memperkenalkan dirinya sebagai anggota DPRD Kota Palu periode 2004–2009 yang kini duduk kembali di lembaga legislatif dan tergabung dalam Komisi B, yang membidangi perekonomian dan keuangan.
Ia menambahkan bahwa semua masukan dari warga akan dicatat dan ditindaklanjuti, terutama yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat seperti bantuan untuk pelaku UMKM.
Acara reses ini juga dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah kecamatan, Lurah, tokoh masyarakat setempat, serta perangkat RT dan RW yang ikut mendampingi jalannya diskusi bersama warga. (Rfi)
