Ia juga mengajak seluruh kepala daerah dan masyarakat untuk bersama-sama membantu pengembangan madrasah, termasuk dalam hal menggaji para guru madrasah yang selama ini minim perhatian.
“Kalau madrasah ditinggalkan, kita telah meninggalkan warisan Guru Tua. Mari kita tanggung bersama, jangan hanya pemerintah,” ujarnya.
Peringatan Haul Guru Tua kali ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional seperti, Menteri Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas dan Menteri Agraria dan Penataan Ruang (ATR) Nusron Wahid. Sementara Menteri Agama Nassarudim Umar hadir secara virtual.
Hadir pula Anggota DPR RI Longki Djanggola, Muhiddin Said, Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar dan Anggota DPD RI Fadel Muhammad, hingga Dai Kondang Gus Miftah.
Anwar juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu yang datang dengan sukarela, tanpa bantuan logistik atau biaya perjalanan.
“Tidak ada yang datang karena uang, semua datang karena cinta pada Guru Tua,” ucapnya bangga.
Dalam akhir pidatonya, Anwar menyatakan, dukungannya penuh agar Habib Idrus Bin Salim Aljufri segera diangkat sebagai pahlawan nasional, mengingat jasanya yang besar bagi bangsa dan umat Islam di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan.
“Guru Tua bukan tokoh biasa. Beliau adalah aset bangsa. Sudah saatnya beliau diakui sebagai pahlawan nasional,” tandasnya.
Anwar juga menyampaikan harapannya agar haul ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, melainkan momentum untuk terus meneladani semangat dan perjuangan Guru Tua dalam membangun bangsa melalui pendidikan. (Rfi)




