Namun lagi – lagi sayang, konfirmasi ini pun juga tak dibalas Kasat Reskrim Polres Parimo padahal pesan terkirim dan dibaca.
Wartawan bahkan juga melakukan konfirmasi langsung ke Kapolda Sulteng Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, S.I.K .,S.H.,MH pada tanggal yang sama.
Namun sangat disayangkan, orang nomor satu di Polda Sulteng ini juga tak menjawab konfirmasi wartawan. Padahal pesan yang juga dikirim melalui pesan WA itu terkirim dan terbaca.
Dengan tidak dijawabnya rentetan konfirmasi wartawan terkait penertiban PETI di Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong menimbulkan spekulasi ada apa sebenarnya, kenapa pihak kepolisian seperti kompak enggan menjawab konfirmasi wartawan.
Apakah ada yang ditutupi pihak kepolisian, sehingga tidak mau sama sekali menjawab konfirmasi wartawan.
Sebelumnya, informasi yang diterima wartawan, pihak kepolisian sudah melakukan penertiban PETI di Desa Lobu pada awal Juni 2024. Namun sangat disayangkan, saat dikonfirmasi kebenaran informasi itu, pihak kepolisian malah bungkam.
Untuk diketahui, aktivitas PETI di Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupatan Parigi Moutong (Parimo) telah menggunakan puluhan alat berat jenis exavator untuk menggali material tambang emas ilegal di Desa Lobu, Kabupaten Parigi Moutong.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, puluhan alat berat tersebut merupakan gabungan dari sejumlah oknum pemodal, yang tersebar di beberapa lokasi. Adapun lokasi yang terdapat alat berat untuk mengeruk material yang mengandung emas tersebut diantaranya, Nasalane ada 8 unit alat berat dan di Bengka 4 unit exavator.
Kemudian, untuk mengeruk material mengadung emas juga ditempatkan sejumlah alat berat di Lemon. Dari sejumlah alat berat jenis exavator tersebut dikabarkan dimiliki sejumlah oknum sekaligu sebagai pemodal yang berinisial JM, AE, JL, SN, HD, PL, dan HB.
Adapun alat berat yang beroperasi di Nasalane sebanyak 8 unit, di mana 5 unit diantaranya diduga milik JL, dan 3 unit yang belum diketahui nama pemiliknya. Sementara pemilik alat berat berinisial SM mengoperasikan exavatormya di Bengka sebanyak 4 unit.
Kemudian, sejumlah alat berat lainnya yang beroperasi di Lemo disebut-sebut adalah milik JM dan AE. Sedangkan alat berat yang saat ini bekerja di lokasi Bengka milik HB.







